YANG TEPAT, BUKAN YANG INSTAN

  •  Yohana Jessica
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Kamis, 11 Desember 2025


Yang Tepat, Bukan yang Instan

2 Petrus 3: 8-9

Akan tetapi, saudara-saudaraku yang kekasih, yang satu ini tidak boleh kamu lupakan, yaitu, bahwa di hadapan Tuhan satu hari sama seperti seribu tahun dan seribu tahun sama seperti satu hari. Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.


Di zaman serba cepat, ada kalanya kita berharap Tuhan bekerja seperti mi instan: tinggal tunggu sebentar, lalu semuanya beres. Namun hidup beriman tidak selalu berjalan secepat itu. Ada doa yang terasa menggantung, ada usaha yang belum menampakkan hasil, dan tanya yang tak selalu memiliki jawaban.


Rasul Petrus mengingatkan bahwa waktu Tuhan tidak sama dengan waktu kita. “Satu hari seperti seribu tahun, dan seribu tahun seperti satu hari.” Ini bukan soal hitungan matematika, tetapi tentang perspektif bahwa Tuhan tidak bekerja menurut ritme & kehendak manusia. Tuhan bisa saja menunda jawaban, bukan karena lalai atau tidak peduli, tetapi justru karena kasih-Nya sedang bekerja untuk menjaga, menuntun, dan mempersiapkan sesuatu yang terbaik bagi kita.


Yang instan belum tentu sehat bagi jiwa. Karena itu, ketika jawaban doa terasa lama, iman kita sebenarnya sedang dikuatkan. Penantian menjadi ruang bagi Tuhan membentuk kedewasaan, pemulihan, dan kepekaan kita pada kehendak-Nya. Mari tetap berharap pada-Nya, sebab Allah yang sabar, selalu memberi jawaban yang tepat di waktu yang paling tepat.


Pokok Doa

- Penanggulangan korban bencana banjir di Sumatera & kesehatan relawan yang terjun langsung ke lapangan

- ⁠Tumbuh kembang anak dan relasinya dengan orang tua


Yohana Jessica

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.