Harta di Dunia atau Harta di Surga?

Lukas 16 : 1–13

Menjadi orang kaya bukanlah suatu dosa, ada banyak tokoh iman di Alkitab yang juga kaya. Seperti Abraham, Daud, dan Salomo. Namun jika tidak hati-hati, kekayaan dapat membuat kita tergelincir dan jatuh ke dalam dosa. Menghalalkan segala sesuatu demi uang, memperalat orang lain dengan harta, mangkir membayar pajak, dan lain sebagainya. Ada keterikatan yang sangat mendasar antara kehidupan rohani kita dengan cara kita memandang dan mengelola uang atau kekayaan. Continue reading

Membaca Diri, Melihat Apa yang Sejati

Photo by Ryan Holloway on Unsplash

“tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup kekal.” (I Timotius . 1: 16)

Siapakah kita?

Siapakah kita yang sebenar-benarnya ini? Continue reading

Mengikut Yesus Keputusanku

Photo by Victoria Heath on Unsplash

Lukas 14 : 25–33

Sewaktu kuliah dulu, saya terbiasa berjalan kaki atau sesekali naik bis untuk pergi ke kampus. Sampai kemudian di salah satu semester, ada teman sekelas yang menawarkan tumpangan. Sungguh suatu tawaran yang menyenangkan tentunya. Namun sebelum menerima tawaran itu, ada beberapa hal yang dia sampaikan di awal, “Kalau kamu mau ikut aku, kita harus berangkat 45 menit sebelum kelas mulai, tolong tunggu di jalan keluar kost-mu dan kalau kebetulan aku ada urusan lain berarti kamu harus siap menunggu.” Dia menyampaikan syarat di awal dan dengan senang hati saya menerimanya. Aturan yang berlaku tentu saja adalah aturan dia dan tidak mungkin saya buat acara sendiri jika masih mau ikut dia. Suka atau tidak suka, saya berangkat lebih awal dan ikut jam yang dia tentukan. Demikian juga ketika rasanya sudah sangat letih namun dia belum selesai, maka tetap saja sesuai kesepakatan di awal, saya harus menunggunya. Continue reading

Rendah Hati yang Tulus

Photo by Waldemar Brandt on Unsplash

Amsal 25 : 6-7, Lukas 14 : 7-14

Beberapa waktu yang lalu ada broadcast humor di WhatsApp yang kurang lebih isinya seperti ini:

Pesawat Garuda tujuan Surabaya – Jakarta tadi pagi bersiap take-off tapi tertunda gara-gara Saridin yang baru pertama kali naik pesawat dengan tiket ekonomi ngotot pengen duduk di kelas bisnis.

Alex : “Maaf pak… Ini kursi saya.”

Saridin : “Sampeyan siapa?”

Alex : “Saya penumpang bisnis yang duduk di sini pak..!”

Saridin : “Penumpang..? Aku penumpang juga, sama-sama bayar..! Sama-sama penumpang, gak usah ngator-ngator.”

Alex lapor ke pramugari.

Pramugari : “Maaf Pak Saridin.. Bapak mestinya duduk di belakang.”

Saridin : “Sampeyan siapa?”

Pramugari : “Saya pramugari.”

Saridin : “Pramugari itu apa?”

Pramugari : “Pramugari itu yang melayani penumpang.”

Saridin : “Oh, babu? Tak kira siapa, sudahlah tak osah ros-ngoros orang lain, cuci piring saja di belakang. Pokoknya aku enak duduk di sini saja. Sampeyan mau apa?!!”

Pramugari habis akal, dia memanggil pilot. Continue reading

Dari Seorang Utusan Menjadi Seorang Penghambat

Image from flickr.com

Lukas 13: 10–17

Apa yang ada dalam bayangan kita jika berjumpa dengan seseorang yang hidupnya mengalami sakit penyakit berat selama 18 tahun? Hal ini masih diperparah dengan faktor penyebab kesakitannya bertahun-tahun itu, roh jahat. Saya menduga orang itu akan mengalami depresi yang amat besar. Ia dijauhi, dipinggirkan, tak banyak orang mau bersentuhan dengan orang tersebut. Alhasil, dirinya semakin jauh dari cahaya pengharapan. Entah, apakah harapannya sudah sirna atau masih ada meskipun hanya setitik. Continue reading

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com