BERTOBATLAH SEGERA
Renungan Harian GKI Coyudan Solo
Kamis, 25 Juni 2026
Yeremia 25:1-7
Bertobatlah Segera
Pernahkah Anda menerima peringatan yang berulang-ulang tetapi tidak menyadarinya ? atau mendengarnya tetapi memilih untuk mengabaikannya ?
Contoh : alarm tubuh kita ketika sakit mengisyaratkan untuk beristirahat, tetapi kita masih terus bekerja lembur, dan ketika ke dokter diberi tahu untuk menjaga pola hidup sehat dan minum vitamin dan obat yang diperlukan, tetapi ternyata obat yang diberikan tidak diminum juga. Lalu dinasihatilah oleh pasangannya, sebagai orang terdekat, tetapi justru tersinggung dan marah. Pada waktunya tersadar karena kesehatan sudah merosot, kondisi kesehatan sudah berdampak buruk.
Sikap keras hati seperti inilah yang digambarkan oleh kitab Yeremia kepada bangsa Israel; sebab sudah selama 23 tahun, nabi Yeremia dan para nabi lainnya tidak lelah menyampaikan pesan Tuhan yang menyuarakan pertobatan, namun bangsa Yehuda tetap menutup telinga mereka dan mengabaikan begitu saja peringatan-peringatan Tuhan.
Fokus peringatan Tuhan dalam Yeremia 25:5-7 sebenarnya sangat sederhana, yaitu panggilan untuk bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Tuhan meminta umat-Nya untuk berbalik dari tingkah langkah yang jahat. Karena pertobatan bukan sekadar merasa bersalah di dalam hati, melainkan sebuah tindakan aktif untuk mengubah arah hidup.
Tuhan berjanji bahwa jika mereka mau berbalik, mereka akan tetap tinggal dengan aman di tanah pusaka mereka. Ini menunjukkan bahwa Tuhan selalu menyediakan ruang pemulihan bagi siapa saja yang mau merendahkan diri dan mengakui kesalahannya.
Sayangnya, umat Israel justru memilih jalan yang merusak diri mereka sendiri, dan secara spesifik melanggar pelarangan untuk mengikuti dan menyembah allah lain; dan perbuatan itu telah menyakiti hati Tuhan dengan amat sangat.
Berhala modern hari ini mungkin bukan lagi patung batu atau kayu, melainkan apa saja yang kita tempatkan lebih tinggi daripada Tuhan dalam hidup kita; bisa berupa karier, uang, ambisi pribadi, pornografi atau gawai dan popularitas. Ketika kita menomor satukan hal-hal tersebut – bahkan secara berlebihan – kita sedang memicu "kemalangan kita sendiri" ( Yeremia 25:7 ) . Jadi, penderitaan yang dialami umat bukan karena Tuhan kejam atau suka menghukum umat yang tidak taat, tetapi merupakan konsekuensi logis dari pilihan mereka yang menjauh dari sumber kehidupan, pemelihara dan perlindungan mereka, yaitu TUHAN.
Melalui perenungan hari ini, kita diingatkan bahwa Tuhan adalah Allah yang panjang sabar, namun kasih-Nya juga mendidik kita lewat teguran. Tuhan tidak serta merta menghukum ketika umat-Nya bersalah, tetapi IA menegur umat-Nya berulang kali. Karena itu, jangan tunggu sampai malapetaka atau kehancuran datang baru kita mencari Tuhan dan baru mengerjakan pertobatan kita.
Selagi hari ini kita masih mendengarkan suara-Nya – baik melalui firman, khotbah, atau teguran sesama – mari kita melembutkan dan merendahkan hati kita untuk taat dan menghidupi pertobatan hidup kita. Bertobatlah dari kebiasaan buruk yang merusak kerohanian kita, tinggalkan segala berhala modern, dan kembalilah berpaling sepenuhnya kepada Tuhan.
Pokok Doa :
1. Untuk pertumbuhan dan perkembangan Jemaat GKI Coyudan Solo (Pos Kebaktian Baturan Indah, Pos Jemaat Joyotakan, dan Pos Jemaat Solo Baru).
2. Untuk persiapan dan Persidangan XXXVII Majelis Klasis GKI Klasis Solo pada tanggal 2-3 Juli 2026 di Wisma INRI (agar setiap keputusan Persidangan dapat menjawab pergumulan jemaat GKI, khususnya di Klasis Solo dan GKI SW Jateng dan Sinode GKI dapat menjawab kebutuhan Jemaat, dan sesuai dengan kehendak Tuhan) .
3. Untuk kekuatan dan penyertaan Tuhan bagi umat yang mengerjakan pertobatannya dengan hati yang rindu untuk bertumbuh di dalam Tuhan.
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi