KASIH YANG SEMULA #2

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Senin, 22 Juni 2026

Bacaan: Wahyu 2:1-7


Kasih yang Semula


Dulu ketika saya kecil, orangtua saya berjanji akan membelikan mainan jika saya mendapat nilai yang bagus. Maka dari itu, saya berjuang mempersiapkan diri menghadapi ujian. Saya belajar, saya berusaha ketika bingung dengan soal-soal ujian, demi mendapatkan mainan tersebut. Pada akhirnya perjuangan saya membuahkan hasil, dan saya mendapatkan mainan itu. Perasaan saya begitu senang dan saya sangat bersyukur karena memiliki mainan itu. Tetapi seiring berjalannya waktu, saya mulai bosan, saya mulai jarang memainkan mainan tersebut, dan pada akhirnya mainan itu hanya tersimpan dan tidak pernah saya mainkan lagi. Saya telah kehilangan kasih saya yang semula kepada mainan tersebut yang sudah saya perjuangkan sendiri. Hal ini jugalah yang terjadi kepada jemaat di Efesus dalam bacaan kita hari ini.


Yohanes menuliskan surat tentang penglihatannya kepada tujuh jemaat di Asia Kecil. Salah satunya adalah jemaat di Efesus. Dia menegur jemaat di Efesus karena mereka mulai kehilangan kasih mereka yang semula (ay. 4). Hal ini sangat disayangkan, sebab sesungguhnya Tuhan memuji hidup jemaat Efesus. Mereka tidak sabar pada kejahatan, mereka mencobai orang yang berpura-pura menjadi rasul, jemaat juga dikatakan sabar menderita demi nama Tuhan (ay. 2-3). Tetapi jika mereka kehilangan kasih mereka kepada Tuhan, semua itu tidak dapat dilakukan lagi.


Maka teguran itu berujung pada panggilan untuk bertobat. Jemaat telah kehilangan kasih yang semula. Yang mana itu juga tentunya yang mendorong jemaat untuk melakukan segala hal bagi nama Tuhan. Tanpa kasih mereka kepada Tuhan, jemaat Efesus tidak lagi memuliakan Tuhan. Maka Tuhan mendorong jemaat Efesus untuk bertobat dan memiliki kembali kasih mereka yang semula kepada Tuhan. Agar mereka dapat kembali melakukan hal-hal yang memuliakan Tuhan.


Seringkali sebagai pengikut Kristus, ada masa-masa dimana kita paling semangat melayani Tuhan. Tapi ada pula masanya, kita mulai kehilangan semangat melayani. Hal ini perlu menjadi sebuah pertanyaan, apakah kita masih memiliki kasih yang semula itu? Apakah kita sungguh-sungguh menghayati kasih Kristus yang menjadi penggerak kita melakukan kehendak Tuhan? Biarlah Firman Tuhan ini juga kembali mengingatkan kita untuk dapat terus menghayati kasih Kristus dalam hidup kita. Sehingga kita juga dapat memiliki kasih yang tidak pernah padam bagi Kristus dan terus melayani Dia sampai akhir hidup kita.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan

2. Persiapan Retret Remaja Pemuda GKI Coyudan (3-5 Juli 2026)

3. Rangkaian Bulan Misi

4. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.