CARA PANDANG

  •  Reggy Leo
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN

Rabu, 24 Juni 2026


CARA PANDANG


Mazmur 66:5-6 (TB) 

"Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia:  Ia mengubah laut menjadi tanah kering, dan orang-orang itu berjalan kaki menyeberangi sungai. Oleh sebab itu kita bersukacita karena Dia"


Selama kita hidup, masalah akan selalu ada. Terkadang masalah tersebut harus kita hadapi seumur hidup kita. Mazmur 66:1-6 yang kita baca malam ini mengingatkan masalah yang pernah dialami oleh bangsa Israel selama 400 tahun, yaitu perbudakan di Mesir.


Perbudakan selama 400 tahun adalah masa yang sangat lama sekali. Sudah banyak generasi dari bangsa Israel mengalami perbudakan. Waktu yang lama tersebut bisa mempengaruhi mereka juga. Mereka sempat kehilangan harapan dan menerima nasib harus menjadi budak di negeri orang. Masalah yang terjadi berabad-abad ini membuat mereka kehilangan jati diri mereka sebagai umat Allah. Sampai akhirnya Musa datang sebagai utusan Allah dan Allah sendiri menunjukkan kedahsyatan kekuatan-Nya.


Tahukah Bapak Ibu kalau tulah-tulah di Mesir itu tujuannya bukan hanya untuk menakuti Firaun, tetapi Allah sendiri menunjukkan kuasa-Nya di antara dewa-dewa Mesir. Jadi, “pertunjukkan” yang dibuat Allah melalui tulah-tulah tersebut adalah pertandingan 1 Allah sejati melawan 10 dewa, semuanya kalah telak. Puncaknya adalah Allah membelah laut dan bangsa Israel berjalan di tengah-tengah. Bapak Ibu, Itu adalah kedahsyatan Allah Israel, yaitu Allah kita.


Bapak Ibu, mereka harus bertahan selama 400 tahun di dalam perbudakan sebelum pada akhirnya Allah menunjukkan kuasa-Nya dan menyelesaikan masalah perbudakan yang mereka hadapi. Hal tersebut juga bisa terjadi kepada kita. Kita bisa saja berada di dalam masalah yang harus kita hadapi begitu lama, bahkan kita bisa kehilangan harapan juga.


Seorang pemikir besar bernama Epictetus pernah berkata bahwa manusia sering kali tidak dihancurkan oleh peristiwa yang terjadi, melainkan oleh cara ia memandang peristiwa tersebut.


Kita bisa punya Satu pengalaman yang sama bisa dimaknai dengan cara yang berbeda. Bangsa Israel tidak dapat mengubah kenyataan bahwa mereka menjadi budak selama 400 tahun. Namun Allah bekerja di balik layar sepanjang masa itu. Ketika waktunya tiba, Allah menunjukkan bahwa Ia tidak pernah meninggalkan umat-Nya. Apa yang terlihat sebagai masa penantian yang sia-sia ternyata adalah bagian dari rencana-Nya yang lebih besar.


Karena itu, ketika kita menghadapi pergumulan yang panjang, mungkin penyakit yang belum sembuh, pergumulan ekonomi yang belum selesai, konflik keluarga yang belum pulih, atau doa yang belum terjawab. Bisa jadi Tuhan sedang mengerjakan sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar menyelesaikan masalah kita. Ia sedang membentuk iman, kesabaran, dan ketekunan kita.


Yang Tuhan minta dari kita sering kali bukan memahami seluruh rencana-Nya, melainkan tetap sabar dan setia sampai waktu-Nya tiba.


Tetaplah sabar dan Tetaplah setia ketika jalan keluar belum terlihat. Sebab iman bukan hanya percaya bahwa Tuhan mampu melakukan mukjizat, tetapi juga percaya bahwa Tuhan tetap baik ketika mukjizat tidak terjadi.

Pada waktu-Nya, dengan cara-Nya, Tuhan akan menunjukkan kesetiaan-Nya. Tugas kita adalah tetap berjalan bersama-Nya dengan sabar dan setia. 

Kiranya Tuhan menolong kita semua


Pokok doa:

Berdoa agar pelayanan digital dapat menjangkau dan memperlengkapi umat Tuhan dimanapun berada.


Reggy Leo

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.