BERPEGANG PADA JANJI-NYA

  •  Yohana Jessica
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Selasa, 23 Juni 2026


Berpegang pada Janji-Nya

Wahyu 2:8-11


Janji adalah salah satu hal yang membuat manusia mampu bertahan melewati banyak situasi dalam hidup. Contohnya: kita bekerja karena ada janji upah dan kita menjalani relasi karena ada janji komitmen. Janji memberi arah dan kekuatan untuk tetap melangkah, bahkan ketika keadaan saat itu tidak mudah dan tidak nyaman. Tanpa janji, orang akan lebih mudah menyerah, bukan? Karena ia tidak dapat menemukan alasan mengapa harus tetap berjalan.


Dalam Wahyu 2:8-11, Kristus memberi janji kepada kepada jemaat di Smirna yang sedang hidup dalam penderitaan, kemiskinan, dan tekanan iman. Ia tidak menghapus keadaan itu, tetapi memberikan pengharapan bahwa penderitaan bukanlah akhir dari segalanya, sebab masa depan sungguh ada dalam Kristus. “… dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan” adalah janji yang sungguh dapat dipegang teguh, sebab sang pemberi janji telah membuktikan kuasa-Nya atas maut.


Jemaat yang terkasih, hari ini, kita diajak untuk memercayakan hidup kita sepenuhnya pada Kristus yang janji-Nya telah terbukti melalui kemenangan-Nya atas maut. Kristus tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi Ia menjanjikan mahkota kehidupan bagi mereka yang tetap setia di dalam Dia. Karena itu, ketika tekanan hidup membuat kita ragu, kita dipanggil untuk kembali pada janji itu sebagai dasar untuk tetap berjalan. Sebab masa depan sungguh ada di dalam tangan-Nya. Di dalam janji-Nya, kita menemukan kekuatan untuk terus melangkah. Amin.


Pokok Doa:

- Anak dalam masa tumbuh-kembangnya.

- ⁠Relasi anak dalam keluarga.

- ⁠Pergumulan jemaat: sakit, berduka, ekonomi, dll.


Yohana Jessica

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.