WARGA KERAJAAN ALLAH

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  
Renungan Harian GKI Coyudan
Rabu, 3 September 2025
Bacaan: Lukas 14: 15-24

Warga Kerajaan Allah

Dalam sebuah acara yang kita buat, tentu kita memiliki daftar undangan. Dari daftar itu juga tentu ada beberapa orang yang sangat kita harapkan bisa hadir dalam acara kita. Tetapi bisa kita bayangkan jika ternyata orang-orang yang kita undang dan kita harapkan hadir justru berdalih dan tidak dapat menghadiri undangan kita.  Tentu dari hati kita yang terdalam, kita merasa sangat kecewa. Perasaan yang hampir sama juga dirasakan oleh sang tuan rumah dalam perumpamaan Yesus.

Perikop ini dimulai dengan perkataan seorang dari orang banyak yang berkata "Berbahagia orang yang dijamu dalam Kerajaan Allah (ay. 14)." Menariknya, Yesus sebenarnya tidak sedang menjelaskan perihal Kerajaan Allah, melainkan siapa yang seharusnya diundang dalam sebuah perjamuan. Tetapi karena perkataan tersebut, akhirnya Yesus pun menjelaskan bagaimana perihal Kerajaan Allah. Yesus menjelaskannya dengan sebuah perumpamaan.

Seorang membuat sebuah acara dan mengundang orang-orang yang dia harapkan bisa hadir. Tetapi semua orang berdalih sehingga mengabaikan undangan tersebut. Tuan rumah itu pun kecewa dan pada akhirnya memerintahkan hamba-hambanya untuk mengundang semua orang miskin, cacat, buta, dan lumpuh. Lebih lagi sang tuan rumah itu memerintahkan hamba-hambanya untuk memaksa setiap orang yang mereka temui untuk masuk ke dalam perjamuan yang sudah dibuat itu.

Kalau kita perhatikan perumpamaan ini tidak berbicara soal status sosial, melainkan tentang respon orang berdosa terhadap kasih Allah yang universal. Artinya bahwa Allah mengundang semua orang untuk datang masuk ke dalam Kerajaan-Nya, tetapi banyak orang berdosa yang lebih memilih untuk melakukan keinginannya sendiri daripada meresponi kasih Allah dan mengikut-Nya. Hal ini juga ditegaskan dalam tulisan Injil Matius ketika membahas hal yang serupa (Mat 22: 1-10). Di situ Matius justru menulis undangan yang hadir adalah orang-orang jahat dan yang baik (Mat 22: 10). Lebih lagi dalam Injil Matius tidak semua orang yang diundang itu pun layak untuk dipilih masuk dalam Kerajaan Allah (22: 14). Ini juga menunjukkan bahwa banyak orang yang mengaku percaya tetapi tidak sungguh-sungguh mengikuti Allah.

Sebagai orang berdosa, sudahkah kita meresponi kasih-Nya? Allah tidak peduli status sosial kita; mau miskin atau kaya, mau sehat atau sakit, mau pintar atau bodoh, mau memiliki jabatan atau tidak, apapun itu. Yang Dia butuhkan adalah pengakuan dosa kita. Dia datang untuk orang berdosa, bukan untuk orang yang merasa benar dan layak. Orang-orang yang dipilih oleh Tuhan, adalah orang-orang yang mengakui keberdosaannya dan menyerahkan dirinya kepada Tuhan. Dia mati supaya kita terlepas dari belenggu dosa. Tetapi jika kita tetap menyerahkan diri kita kepada dosa, maka artinya kita sedang mengabaikan kasih Allah. Sebagai warga Kerajaan Allah, hiduplah dalam pertobatan dan hidupilah pertobatan!

Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Bangsa dan Negara (Hikmat Tuhan bagi rakyat dan juga pemerintah)
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia

Gerald Raynhart Stephen
Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.