UJILAH PEKERJAANMU SENDIRI

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan Solo

Jum’at, 9 Agustus 2024

Ujilah Pekerjaanmu Sendiri

Galatia 6:4-5


Kebanyakan orang punya kebiasaan meragukan ketulusan dan kesungguhan orang lain dalam melakukan sesuatu yang baik. Ada orang yang suka membantu orang lain yang kesusahan, dibilang kalau pasti ada maunya ! Ada orang yang rela berkorban waktu dan tenaga demi kepentingan orang lain dikatakan kalau pasti sedang mengambil hati orang ! Ada yang tekun dalam beribadah, berdoa dan membaca kitab dibilang sok suci !

Di sisi lain, ada orang yang mengerjakan sesuatu yang kita pandang sebagai hal kecil, lalu kita merasa bangga dengan apa yang kita lakukan sebagai sesuatu yang lebih besar dari yang dikerjakan orang lain; kita jatuh dalam kesombongan dan seringkali memandang rendah pekerjaan orang lain.

Padahal soal kesungguhan hati seseorang siapa yang bisa mengetahuinya dengan pasti ?! Bukankah hanya Tuhan yang mengetahui apakah seseorang melakukan segala sesuatunya dengan tulus atau tidak ?! Ketika kita memilih untuk menguji pekerjaan orang lain, kita akan jatuh pada mencurigai dan bahkan menghakimi orang lain. Dan kita tidak bisa menilai pekerjaan orang lain lebih kecil atau lebih rendah, sebab tiap-tiap orang diberi tanggungjawab yang berbeda, namun di mata Tuhan semua pekerjaan yang Tuhan sediakan itu memiliki nilai yang sama, yaitu untuk menyatakan kemuliaan-Nya.

Itulah kenapa surat Galatia mengingatkan jemaat agar menguji pekerjaannya sendiri, dan bukan pekerjaan orang lain. Apakah kita sudah melakukan segala sesuatunya dengan hati yang tulus dan lurus untuk memuliakan Tuhan ? Ataukah semua kebaikan yang kita lakukan masih memiliki maksud, keinginan, bahkan ambisi pribadi kita di dalamnya ?!

Ketika kita membantu orang lain, adakah kita melakukannya karena belas kasih Tuhan ataukah kita mengharapkan balasan dari orang itu ?! Ketika kita bertekun dalam ibadah, membaca kitab, berdoa, apakah semua itu kita lakukan hanya sebagai rutinitas atau ritual semata-mata ataukah dengan hati yang tertuju pada Tuhan; untuk belajar taat dan hidup benar ?! Mari kita berhenti menguji pekerjaan orang lain dan mulailah menguji segala sesuatu yang kita kerjakan !

Sebab tiap-tiap orang dikatakan akan memikul tanggungannya sendiri ! Yang berarti bahwa setiap orang seharusnya menguji pada tanggung jawabnya masing-masing; sekecil apapun tanggung jawab yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Sebab setiap orang yang setia dalam perkara Tuhan – sekecil apapun itu – maka akan dipercayakan Tuhan kepadanya kelak perkara yang lebih besar. Amin.

Pokok Doa :

1. Memohonkan hikmat bagi setiap orang Kristen agar setia dalam tanggung jawab imannya masing-masing kepada Tuhan.

2. Mendoakan yang sakit dan dalam pergumulan.


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.