JANGAN HARAPKAN BALASAN

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Sabtu, 18 April 2026

Bacaan: Lukas 14:12-14


Jangan Harapkan Balasan


Istilah "menolong tanpa pamrih" nampaknya bukanlah istilah yang asing bagi telinga kita. Sejak dari dulu kita diajarkan untuk tidak mengharapkan imbalan atau balasan atas sesuatu yang kita lakukan. Tetapi pada kenyataannya seringkali tanpa kita sadari ada perasaan kecewa ketika kita tidak mendapatkan balasan. Lalu apa yang Yesus ajarkan tentang hal ini?


Yesus berada dalam suatu undangan perjamuan. Di dalam perjamuan itu, Yesus kemudian mengajarkan sesuatu yang penting, tetapi tidak lazim. Undangan perjamuan biasanya dilakukan dengan mengundang orang-orang terdekat, atau kenalan-kenalan, dan tentu orang-orang yang kita hormati. Tetapi Justru Yesus mengatakan sebaliknya, yang harus diundang adalah orang-orang miskin, cacat, lumpuh, dan buta. Hal ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya.


Tetapi tidak hanya disitu saja, Yesus kemudian memberikan alasan yang jelas mengapa demikian. Yesus mengatakan bahwa ketika sang pengundang mengundang orang kaya, orang terdekat, dan kenalan-kenalannya, maka biasanya sang pengundang pun juga akan mendapatkan balasan. Apakah hal ini salah? Tidak, bukan berarti Yesus melarang mengundang orang-orang tersebut untuk diundang, melainkan balasan yang diberikan nantinya menunjukkan bahwa itu hanyalah hubungan timbal balik dan bukan bantuan tulus tanpa imbalan. Lalu bagaimana seharusnya kita melakukan undangan perjamuan?


Yesus menjelaskan pula ketika sang pengundang mengundang orang miskin, cacat, lumpuh, dan buta, mereka ini tidak memiliki apa-apa untuk membalas. Sehingga sejak dari awal kita tidak mengharapkan balasan, dan hal ini akan mendatangkan kebahagiaan. Sebab kebahagiaan sejati bukan datang dari balasan, melainkan sebuah ketulusan memberi tanpa imbalan.


Lebih daripada itu, Yesus juga mengatakan bahwa balasan yang akan didapatkan justru bukan dari orang-orang yang diundang, melainkan ketika nanti ada kebangkitan orang-orang benar. Apa maksudnya? Dalam iman kristen kita percaya bahwa janji Yesus tentang hidup kekal akan kita dapatkan ketika nanti kita telah dibangkitkan bersama orang-orang percaya lainnya. Maka itulah sebenarnya yang Yesus ingin sampaikan bahwa balasan dari apa yang kita perbuat kepada orang-orang yang ada didunia adalah hidup kekal. Tetapi perlu pahami bahwa sebenarnya ini bukanlah balasan atas perbuatan kita, melainkan ini harus menjadi dasar dari kita melakukan kebaikan. Mengapa Yesus berkata balasan? Sebab kebangkitan itu belum terjadi, tetapi keselamatan sudah dijamin. Sehingga itu akan menjadi terlihat seperti balasan, padahal sudah diberikan sejak awal.


Dalam hal ini kita tidak hanya bisa mengundang orang untuk makan bersama, tetapi pada intinya adalah kepedulian dan menolong orang-orang yang membutuhkan. Maka dari itu marilah kita melakukan hal tersebut dengan tidak mengharapkan imbalan atau balasan. Melainkan dengan penuh syukur dan kesadaran akan keselamatan yang Tuhan sudah berikan biarlah kita dapat dengan tulus melakukan kebaikan-kebaikan tersebut. Tuhan sudah memberikan keselamatan kepada kita, maka marilah kita juga mengabarkan keselamatan itu kepada orang-orang yang butuh diselamatkan.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan

2. Korban banjir di beberapa daerah di Solo

3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.