MAKNA BARU
Renungan Harian GKI Coyudan
Selasa, 21 April 2026
MAKNA BARU
Kej. 17:15-16
Selanjutnya Allah berfirman kepada Abraham: 'Tentang isterimu Sarai, janganlah engkau menyebut dia lagi Sarai, tetapi Sara, itulah namanya. Aku akan memberkatinya, dan dari padanya juga Aku akan memberikan kepadamu seorang anak laki-laki, bahkan Aku akan memberkatinya, sehingga ia menjadi ibu bangsa-bangsa; raja-raja bangsa-bangsa akan lahir dari padanya.
Dalam budaya Timur Tengah Kuno, praktik mengubah nama adalah praktik yang cukup umum. Perubahan nama terjadi bukan karena ingin menyembunyikan identitas, tetapi karena ada sebuah kejadian yang sarat makna, entah itu spiritual maupun politik. Di dalam budaya timur tengah kuno, nama bukan hanya sekedar label, tetapi menjadi cerminan panggilan atau bahkan takdir seseorang.
Perubahan nama yang dialami oleh Sara juga memiliki makna yang mendalam. Nama Sarai dan Sara memiliki terjemahan yang mirip tetapi makna yang jauh berbeda. Sarai artinya putriku, maknah cenderung personal atau terbatas, seolah menunjuk pada relasi keluarga saja. Sedangkan Sara artinya putri atau ratu, maknanya lebih luas dan universal bagi banyak orang. Hal ini sejalan dengan janji Allah bahwa dia akan menjadi ibu bangsa-bangsa. Perubahan ini mencerminkan perluasan peran dan janji Allah dalam hidupnya.
Perubahan nama Sara juga menandai perubahan arah imannya. Dahulu ia menertawakan janji Tuhan dengan penuh keraguan. Setelah janji itu digenapi, ia juga tertawa tetapi dalam sukacita karena ia bukan hanya menjadi ibu dari Ishak, tetapi juga ibu dari bangsa-bangsa, yaitu kita.
Jika pada Sara perubahan nama mendahului kelahiran Ishak, maka pada kita, kebangkitan Yesus Kristus mendahului transformasi hidup kita.
Kebangkitan Kristus bukan hanya kemenangan atas maut, tetapi juga deklarasi bahwa hidup kita tidak lagi ditentukan oleh masa lalu, melainkan oleh karya-Nya.
Seringkali kita masih mendefinisikan diri dari kegagalan, kepahitan, luka, dan kehilangan. Padahal di dalam Kristus, kita sudah dipanggil menjadi “Sara”, memiliki makna, tujuan, dan masa depan di dalam rencana Allah. Maka dari itu mari kita belajar untuk melepaskan identitas lama kita dan menghidupi makna yang Tuhan beri melalui kebangkitan-Nya.
Kiranya Tuhan menolong kita semua
Pokok Doa:
Berdoa untuk perdamaian dunia, secara khusus konflik di Timur Tengah.
Reggy Leo