GEREJA YANG BERSINERGI
GEREJA YANG BERSINERGI
1 Petrus 1:17-23
"Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran sehingga kamu dapatĀ mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu" (ay. 22).
Ada sebuah gereja yang memiliki "tagline" atau slogan yang berbunyi "Church is My Second Home" (Gereja adalah Rumah Keduaku). Makna dari slogan itu menggambarkan bahwa seluruh anggotanya berkomitmen untuk menjadikan persekutuan mereka bagaikan sebuah rumah (Ing: home). Rumah bagi semua generasi dan denominasi dapat merasakan suasana yang penuh dengan kedamaian, saling merangkul dan mengasihi serta memberdayakan. Rumah yang membantu sinergi sungguh-sungguh tercipta.
Bacaan Alkitab hari ini memperlihatkan bahwa selain kekudusan, kualitas yang menandakan seseorang benar-benar menghidupi panggilan kasih karunia Allah adalah kasih persaudaraan. Sebagai pengikut Kristus yang hidup merantau di tengah-tengah masyarakat Pontus, Galatia, Kapadokia, Asia Kecil dan Bitinia, mereka diingatkan untuk memiliki ketulusan dan kesungguhan hati dalam mengamalkan kasih persaudaraan di dalam kesempatan hidup yang Tuhan anugerahkan. Kualitas ini muncul sebagai perwujudan kehidupan yang telah ditebus dan diperbaharui sepenuhnya oleh Kristus sehingga nilai-nilai cinta kasih-Nya hidup dan berkuasa dalam diri mereka. Sinergi tercipta sehingga mereka dapat hidup saling merangkul, menguatkan dan memberdayakan. Dengan demikian kehadiran mereka menjadi kesaksian yang nyata dalam menghidupi kasih persaudaraan.
Gereja yang bersinergi merupakan sebuah karakter yang hendak semakin diperkuat melalui tema Minggu ini yaitu "Menghadirkan Wajah Kristus dalam karya ciptaan". Karakter ini membentuk seluruh anggota gereja untuk bersinergi, saling merangkul dan memberdayakan dalam menjalankan panggilan dan pengutusan. Tidak ada yang diabaikan, tidak ada yang dikucilkan. Untuk itu, seluruh warga gereja dan para pelayannya diingatkan agar meninggalkan cara hidup sia-sia seperti permusuhan, persaingan, fitnah, iri hati dan dengki. Mengapa? Karena seluruh gerak langkah kehidupan bergereja sejatinya adalah tindakan bersinergi untuk menghadirkan Wajah Kristu dalam karya ciptaan, bukan ajang atraksi apalagi kompetisi unjuk diri. Tuhan memberkati..(JM)..