TUNTUNAN TUHAN
Renungan Harian GKI Coyudan
Senin, 5 Januari 2026
Bacaan: Yosua 1:1-9
Tuntunan Tuhan
Siapakah manusia di dunia ini yang tidak membutuhkan tuntunan? Kita tahu bahkan sejak kita kanak-kanak kita membutuhkan tuntunan. Tuntunan dari orangtua, orang yang lebih tua, saudara, keluarga, dan lainnya. Tuntunan itulah yang kemudian membentuk kita hingga menjadi pribadi seperti sekarang ini. Tuntunan juga bisa dikatakan sebagai nasehat, yang kemudian bisa kita pegang sampai selamanya. Seperti sebuah pegangan kuat yang membuat kita dapat bertahan dalam hidup kita, bahkan dalam pergumulan yang berat. Lalu, apakah Tuhan juga memberikan tuntunan yang seperti demikian?
Yosua maju menggantikan Musa sebagai pemimpin bangsa Israel. Bagaikan sebuah bab yang baru, bangsa Israel berganti kepemimpinan yang baru. Mampukah Yosua memimpin bangsa Israel seperti Musa memimpin? Mampukah Yosua membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian? Mampukah Yosua berhasil mengalahkan musuh-musuh bangsa Israel? Mungkin itu juga yang menjadi pertanyaan Yosua sebagai pengganti Musa, sang pemimpin yang besar itu.
Ini jelas panggilan Tuhan bagi Yosua, dan bukan kemauannya sendiri. Sebab jika ini kemauan Yosua sendiri, ia tentu akan percaya diri juga dengan kemampuannya. Dan tentunya dia juga tidak tawar hati untuk memimpin bangsa Israel. Tetapi justru yang terjadi sebaliknya, kita dapat melihat bahwa Yosua ragu dan takut untuk memimpin bangsa Israel. Lalu apa tuntunan Tuhan bagi Yosua yang ragu itu?
Yosua bukanlah orang yang tidak menyaksikan kehebatan dan kedahsyatan Tuhan dalam mukjizat-mukjizat yang dialami bangsa Israel sejak kepemimpinan Musa. Disetiap kejadian yang besar dan menakjubkan itu, Yosua ada di sana. Tetapi hal itu tidak cukup membuat Yosua yakin dan berani dalam memimpin umat kepunyaan Tuhan. Yosua masih tetap membutuhkan penghiburan dan penguatan dari Tuhan untuk dapat maju memimpin bangsa Israel.
Tuntunan Tuhan menguatkan Yosua. Tuntunan Tuhan membangkitkan Yosua menjadi seorang pemimpin besar yang mampu menggantikan kepemimpinan Musa. Tuhan memakai hamba-Nya yang Ia panggil. Tuhan menopang dan menghibur orang yang dipanggil-Nya. Tuhan tahu keraguan dan kegentaran Yosua. Tetapi Tuhan tidak membuang Yosua. Ia tetap mendorong Yosua untuk maju memimpin bangsa Israel. Itulah tuntunan Tuhan yang luar biasa menguatkan Yosua, hingga pada akhirnya di ayat 10, perubahan drastis terjadi, Yosua kembali memiliki kepercayaan diri di dalam Tuhan dan bangkit memimpin bangsa Israel.
Seperti halnya Yosua, mungkin kita juga telah menyaksikan kehebatan dan kedahsyatan Tuhan dalam pergumulan-pergumulan kita. Namun tidak dapat dipungkiri, setiap masalah baru yang muncul membuat kita jatuh lagi dan lagi. Kita mulai meragukan kekuatan Tuhan. Kita mulai mempertanyakan keberadaan Tuhan. Bahkan kita mulai tidak mempercayai Tuhan. Tetapi percayalah, di dalam momen itu pun Tuhan tidak tinggalkan kita. Ia tidak membuang kita. Ia tahu apa yang kita butuhkan, yaitu tuntunan-Nya dan sebuah kepastian bahwa kita tidak sendiri. Tuhan ada bagi kita.
Maka dari itu di dalam setiap pergumulan kita, sekalipun kita harus jatuh bangun, percayalah Tuhan menuntun, menguatkan dan menghibur setiap kita. Ia tidak menghapus persoalan Yosua, tetapi Ia menuntun dan menguatkan Yosua untuk berjalan menghadapi persoalan tersebut. Supaya di dalam setiap kesulitan demi kesulitan yang kita alami, kita dapat terus menyadari keberadaan Tuhan. Kita dapat memuliakan Tuhan dengan mengandalkan-Nya berjalan bersama kita menghadapi semua pergumulan kita. Tuhan akan selalu beserta kita, dan telah menjanjikan hidup kekal bagi kita. Maka berjalanlah bersama-Nya senantiasa.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan
2. Penatua dan BPJ yang baru dilantik
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen