TULISKANLAH PADA LOH HATIMU

  •  Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan Solo

Senin, 16 Juni 2025


Amsal 7:1-3

Tuliskanlah Pada Loh Hatimu


Kitab Amsal ditulis oleh raja Salomo pada masa jayanya untuk menjadi didikan dan nasihat kepada kaum muda Israel (pada pasal 7 secara khusus). Secara khusus bacaan kita menyebutkan bagaimana Salomo mengajar kaum muda Israel untuk berpegang pada perintah dan ajarannya, yaitu untuk berlindung pada hikmat dan pengertian agar terlindung dari pengaruh ”perempuan jalang”, dan ”perempuan asing” yang licin perkataannya. 


Salomo memperhatikan bagaimana hidup orang-orang muda yang tidak berpengalaman itu disesatkan melalui persundalan dan mereka juga mengambil pasangan dari perempuan di luar bangsa Israel yang mempengaruhi mereka untuk menyembah berhala-berhala.


Nasihat Salomo sebagai seorang yang berhikmat luar biasa tentu benar dan baik adanya. Hanya sayangnya, Salomo sendiri pada akhirnya jatuh pada dosa perzinahan dan penyembahan berhala oleh karena politik perkawinan dengan bangsa-bangsa lain demi keamanan, kesejahteraan dan kemakmuran kerajaannya.


Salomo mengajarkan kepada kaum muda agar menuliskan nasihatnya dalam loh hati, tetapi ternyata hal itu tidak mudah. Salomo tidak dapat menghidupi nasihatnya sendiri, sehingga pada masa tuanya Salomo mengalami banyak penyesalan dan dari situ memunculkan kitab Pengkhotbah untuk menjadi pelajaran bagi umat Tuhan.


Demikian setiap kita mungkin memang sudah memiliki hikmat Tuhan dalam pengetahuan yang benar, indah dan mulia. Tetapi menjadi pertanyaannya, ”sudahkah kita menjadikan hikmat Tuhan itu sebagai sesuatu yang berharga, tertambat pada jari kita dan terukir pada loh hati kita ?”.


Tertambat pada jari kita berarti melakukannya, mengukir pada loh hati berarti menjadikan hikmat dan pengetahuan itu sebagai suara hatinya, prinsip hidup yang dipegang teguh dan terngiang selalu di telinga, sebagai pembimbing dan penuntun untuk dihidupi.


Dalam hal ini baiklah kita sadari bahwa kita memerlukan Roh Kudus dan kehidupan yang terus berelasi dengan Allah setiap hari secara pribadi, agar hati kita dijagai dapat melawan tipu daya serta godaan si jahat yang hendak menjatuhkan kita dengan kuasa dosa.


Karena itu tambatkanlah kebenaran firman Tuhan pada jari-jarimu (lakukan setiap hari) dan ukirkanlah kebenaran firman Tuhan dalam loh hatimu dan kiranya Tuhan menolong kita semua. Amin.


Pokok Doa :

1. Untuk perdamaian antara Iran dan Israel (yang mulai saling melancarkan serangan senjata dalam skala besar sejak 13 Juni 2025).

2. Untuk BAGKS yang berulang tahun pada hari Jum’at, 14 Juni 2025 (agar kiranya dapat mewujudkan dan memelihara kesatuan tubuh Kristus).


Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.