JANGAN ADA IRI HATI
Renungan Harian GKI Coyudan
Jumat, 19 Juni 2026
Bacaan: Kisah Para Rasul 5:17-18
JANGAN ADA IRI HATI
"Akhirnya mulailah Imam Besar dan pengikut-pengikutnya.... bertindak sebab mereka sangat iri hati" (ayat 17).
Iri hati adalah perasaan tidak senang atau sakit hati karena melihat orang lain memiliki sesuatu yang kita inginkan, seperti keberhasilan, kekayaan, kedudukan, kemampuan, atau perhatian. Perasaan Iri hati seringkali kita alami dalam kehidupan sehari-hari, baik itu dilingkungan keluarga, tempat kerja, sekolah, bahkan dilingkungan gereja. Seorang adik iri hati saat melihat kakaknya dibelikan sepatu baru, seorang siswa iri hati melihat temannya mendapat nilai tertinggi dikelas. Seorang anggota jemaat iri hati terhadap rekannya yang aktif pelayanan di gereja.
Di dalam surat Yakobus tertulis, "Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat (Yak 3:16)" Inilah yang terja dalam perikop bacaan kita hari ini. Perbuatan baik para Murid tidak selalu di terima dan direspon dengan baik. Para rasul berhasil memberitakan kabar keselamatan yang menarik simpati banyak orang, dan membuat mereka percaya, tetapi di sisi lain mereka mendapat reaksi bengis Imam besar dan orang-orang dari mazhab Saduki. Mereka berusaha menghentikan pelayanan para rasul, juga merusak simpati massa yang telah jatuh hati pada pengajaran para murid Yesus itu.
Maka pesan untuk kita adalah:
Sikap iri hati jika dipelihara hanya akan membuat seseorang akan selalu merencanakan kejahatan, dan jika tidak segera di hentikan maka akan membuahkan kebencian.
Sebab karena iri hati para pemimpin Yahudi maka mereka tega memasukkan para rasul kedalam Penjara.
Sikap jahat pemimpin agama Yahudi terhadap para rasul langsung mendapat respon serius dari Tuhan melalui malaikat yang membuka pintu penjara dan mengeluarkan para Murid dengan pesan supaya pergi dan tetap memberitakan firman Tuhan di bait Allah.
Pesan penting yang disampaikan untuk di renungkan adalah:
1. jangan pernah merasa gentar apalagi takut saat memberitakan kabar baik. Tuhan selalu ada di pihak orang-orang yang memperjuangkan kebenaran.
2. Meskipun akan selalu berhadapan dengan tantangan dan hambatan, namun Tuhan tidak akan tinggal diam.
Mengawali hari baru saat ini, firman Tuhan mengajak kita untuk segera mengikis rasa iri hati dalam diri kita, karena jika tidak, hanya akan menimbulkan kekacauan. Kita pun diajak untuk tidak pernah merasa gentar menyampaikan suara kenabian demi memperjuangkan kebenaran bagi kehidupan bersama. Kiranya Tuhan menolong kita semua.
Doa Pribadi :
Allah Bapa, pimpin kami untuk dapat mengikis rasa iri hati dan tetap beri kami semangat untuk berani menyuarakan kebenaran demi kehidupan bersama.
Bp Johanis Melsasail