TUHAN MENJAWAB DOA PERTOBATAN KITA
Renungan Harian GKI Coyudan
Kamis, 19 Februari 2026
Bacaan: Yunus 3:1-10
==========÷==========
TUHAN MENJAWAB DOA PERTOBATAN KITA
"Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa." (ay. 9)
Setelah hubungan Yunus dan Tuhan dipulihkan oleh kasih Tuhan, Yunus kemudian pergi menyampaikan kabar bagi Niniwe. Tanpa ragu dan dengan penuh ketaatan, Yunus memasuki kota itu dan menyampaikan kabar penghukuman yang akan Tuhan berikan bagi Niniwe karena dosa mereka.
Menakjubkan reaksi orang-orang Niniwe dalam bacaan ini, mereka percaya kepada Allah dan menyesal terhadap segala dosa dan perbuatan mereka. Bahkan ketika raja mendengar hal itu, ia pun segera memerintahkan seluruh negeri melakukan perkabungan dan puasa karena dosa dan kesalahan mereka itu. Seluruh yang hidup yakni manusia dan ternak dimaklumkan puasa. Tidak ada dari mereka yang boleh makan. Tujuan dari semuanya itu adalah "siapa tahu Allah mau berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya.."(ay.9).
Perhatikanlah bahwa mereka bukan hanya berseru memohon pengampunan, tetapi juga membaharui hidup yakni berhenti berbuat segala kejahatan. Apa rekasi Tuhan? Pada ayat 10 kita menemukan bahwa Tuhan menyesal merencanakan penghukuman itu. Artinya seruan mereka didengar oleh Tuhan. Niniwe batal dihukum oleh Allah.
Sepertinya cerita ini banyak berisi hal-hal yang tidak terduga. Di satu sisi Yunus tidak menduga bahwa orang Niniwe akan meresponi pemberitaannya, dan di sisi lain orang Niniwe sendiri tidak menduga bahwa Allah akan merespons perkabungan mereka. Benarlah firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba (Yes. 1:18)."
Allah tidak pernah menolak mereka yang menyesali dosanya. Sekalipun kita merasa bahwa kita sudah sangat jauh dari Tuhan, tetapi sesungguhnya Ia tidak pernah berlambat-lambat untuk mendengar seruan umat-Nya.
Melalui kisah ini kita belajar satu hal, yakni jika kita datang menyesali kesalahan dan dosa, kemudian berseru memohon pengampunan kepada Tuhan, seruan itu pasti la dengar. Seruan yang tepat tidak hanya melalui mulut saja, itu harus disertai dengan perbuatan nyata, yakni penyesalan dan pertobatan terhadap segala perbuatan jahat.
Seruan kita pasti didengar oleh Allah. Belajarlah dari Niniwe, bahwa seruan itu harus diikuti dengan pembaharuan tingkah laku dan perbuatan nyata, yakni pertobatan.
Doa :
=====
Ya Tuhan, dengarkanlah seruan doa kami, ampunilah dosa kami menurut rahkmat-Mu yang besar di dalam Kristus Tuhan Penyelamat kami.. Amin..
Bp. Johanis Melsasail