TIDAK BISA DIBELI DENGAN UANG
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Jumat, 30 Januari 2026
TIDAK BISA DIBELI DENGAN UANG
Kejadian 14:22-24 (TB)
"Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasut pun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya'" (ay.23)"
Ada seorang pria kaya yang iseng mengerjai seorang pemuda sampai pemuda itu terluka. Pemuda tersebut marah dan meminta ganti rugi, dengan entengnya pria kaya ini tanya, "Berapa uang yang kamu mau? saya kasih". Pemuda ini paham dari penampilan dan lagaknya, uang bukanlah hal yang sulit untuk diberikan oleh pria ini. Namun, pemuda ini menuntut untuk mengambil harta berharga di rumah pria ini. Dengan nada meremehkan pria ini mengiyakan dan mengajak pemuda ini ke rumahnya.
Sesampai di rumahnya, pria ini menyuruh pemuda ini untuk mengambil apapun yang dia mau di rumah ini. Namun, tiba-tiba anak perempuan pria ini turun dari atas dan pemuda ini berkata, saya mau ambil anak perempuan anda. Pria ini kaget dan memohon sambil menangis agar jangan mengambil anaknya. Pria kaya tertampar dan tersadar bahwa tidak semuanya bisa diukur dan didapat dengan uang. Tamparan ini juga diterima oleh raja Sodom yang menghampiri Abram yang baru saja menang perang melawan koalisi raja Kedorlaomer.
Setelah berhasil memenangkan perang demi menyelamatkan Lot, kerabatnya, raja Sodom keluar untuk bertemu dengan Abram. Tujuan Raja Sodom adalah untuk meminta orang-orang yang telah diselamatkan oleh Abram, namun sebagai gantinya, ia memberikan harta rampasan perang. Pada masa itu hal yang sah bagi seorang raja yang menang dalam perang untuk mengambil harta rampasan, tentu saja Abram juga berhak untuk lebih memperkaya diri dengan harta rampasan tersebut. Ditambah lagi, perpisahan Abram dengan Lot menempatkannya di daerah yang tidak sesubur daerahnya Lot. Setidaknya, daging Lembu dan domba dari rampasan dapat memberi makan seluruh isi kemah selama beberapa bulan. Namun, Abram menolaknya seakan-akan itu semua tidak penting.
Alasan Abram memiliki makna teologis yang mendalam. Ini bukan hanya pernyataan strategis agar Raja Sodom tidak merasa punya andil membesarkan Abram, sehingga punya kontrol atas kekuatan Abram. Tetapi juga, karena Ia percaya kekayaan dan masa depannya tidak ditentukan oleh Raja Sodom, melainkan oleh TUHAN. Dengan menolak harta rampasan, Abram tetap berada di blok netral yang tidak memiliki dukungan dan perlindungan dari siapapun. Berkat Melkisedek sudah cukup baginya meskipun ia harus tinggal, menghidupi, dan melindungi orang-orang di kemahnya di tempat yang gersang sendiri. Lagi pula, nyawa Lot jauh lebih berharga daripada harta rampasan tersebut. Baginya hal-hal tersebut jauh lebih penting daripada harta, kekuasaan, dan perlindungan kerajaan sekitarnya.
Dalam hidup sehari-hari, tawaran Raja Sodom sering datang dengan wajah yang lebih halus seperti kesempatan, relasi, jabatan, atau uang yang secara teknis tidak salah, tetapi diam-diam menuntut harga berupa integritas, ketergantungan, atau kesaksian iman. Abram mengajarkan bahwa tidak semua hak perlu diambil, dan tidak semua peluang harus diterima. Ada momen ketika orang beriman justru harus berkata, “Aku sanggup hidup tanpa ini,” supaya dunia tahu bahwa sumber hidupnya bukan manusia, sistem, atau kekuasaan, melainkan Tuhan.
Mari kita belajar membedakan mana berkat Tuhan dan mana "hadiah" yang mengikat kita. Iman bukan soal anti-harta, melainkan soal siapa yang berdaulat atas hidup kita. kalau kita berani menolak sesuatu demi tuhan, kita sedang menyatakan bahwa nilai hidup kita tidak bisa dibeli.
Kiranya Tuhan menolong kita
Pokok Doa:
1. Berdoa untuk Digital Ministry GKI Coyudan agar dapat memperlengkapi setiap anggota jemaat dari segi spiritualitas maupun pengajaran
2. Berdoa untuk orang Kristen yang dipersekusi di dunia
3. Berdoa untuk masyarakat yang terkena bencana dimanapun mereka berada.
Reggy Leo