TIADA DOSA YANG TERLALU BESAR
Renungan Harian GKI Coyudan
Selasa, 24 Februari 2025
TIADA DOSA YANG TERLALU BESAR
2 Tawarikh 33:1-20
"Dalam keadaan yang terdesak ini, ia berusaha melunakkan hati TUHAN, Allahnya; ia sangat merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya" (Ay.12)
Seorang pria membunuh 17 pria dewasa dan remaja laki-laki, melakukan mutilasi dan bahkan kanibalisme. Begitu gelapnya detail kasusnya, media bahkan tidak berani mempublikasikan secara lengkap. Nama pria ini adalah Jeffrey Dahmer. Ia ditangkap pada tahun 1991 dan dihukum penjara seumur hidup. Namun, ketika ia dipenjara ia bertemu dengan seorang pendeta yang melayani di sana dan bertobat, mengakui kejahatannya tanpa menyalahkan orang lain, dibaptis, dan mulai membaca Alkitab secara rutin. Banyak yang skeptis dengan pertobatanya, tetapi sebuah pertanyaan muncul, jika seorang pelaku kejahatan paling brutal bertobat, apakah ia layak menerima pengampunan? Hal yang serupa terjadi di dalam Alkitab, yaitu di dalam kehidupan Manasye.
Manasye adalah salah satu Raja Yehuda, ia memerintah sejak umur 12 tahun selama 55 tahun. Sebagian besar hidupnya digunakan untuk melakukan kejahatan di hadapan Tuhan. Ia mendirikan kembali bukit-bukti pengorbanan dan mezbah Baal. Sujud kepada tentara langit, mempersembahkan anak-anaknya sebagai korban dalam api, melakukan praktik sihir, dan bahkan menaruh patung berhaala di dalam rumah Allah. Ia menyesatkan Yehuda serta penduduk Yerusalem dan menimbulkan sakit hati TUHAN. Panjangnya daftar dosa Raja Manasye membuat kita geleng-geleng kepala, karena bukan hanya soal jumlah, tetapi parahnya dosa yang dilakukan olehnya.
Namun, dalam pembuangan ia merendahkan diri dan memohon kepada Tuhan. Ia dipulihkan dan kembali memerintah dan melakukan reformasi meskipun harus menanggung konsekuensi dari dosanya. Pertanyaannya, apakah ia layak mendapatkan pengampunan dari Tuhan? Injil memberikan jawaban, bukan seberapa besarnya dosamu untuk bisa mendapatkan pengampunan, tetapi seberapa besarnya anugerah Tuhan. Karena sejujurnya, tidak ada satu pun manusia di dunia yang layak mendapatkan pengampunan dosa, hanya oleh anugerahnya lah kita bisa diampuni.
Tidak ada hati yang terlalu keras untuk dihancurkan oleh anugerah. Jika Allah sanggup menjangkau Manasye, maka tidak ada dosa masa lalu yang membuat seseorang mustahil dipulihkan. Mari kita datang kepada Tuhan dengan kerendahan hati membawa dosa-dosa kita, karena tidak ada satu dosa pun yang terlalu besar untuk diampuni Allah.
Biarlah dalam masa prapaskah ini, kita terus memeriksa hati kita di hadapan Tuhan. Kiranya Tuhan menolong kita semua, Amin.
Pokok Doa:
1. Berdoa untuk Digital Ministry GKI Coyudan agar dapat memperlengkapi setiap anggota jemaat dari segi spiritualitas maupun pengajaran
2. Berdoa untuk saudra-saudara yang masih kesulitan untuk beribadah karena tindakan intoleransi masyarakat
3. Berdoa untuk pergumulan anggota jemaat yang sedang sakit dan mengalami kesulitan
Reggy Leo