TETAPLAH PERCAYA WALAU SUKAR
Renungan Harian GKI Coyudan
Rabu 14 Januari 2026
Bacaan : Yesaya 51:1-2
===================
Tetaplah Percaya Walau Sukar
Hidup sering membawa kita pada masa-masa sukar. Doa terasa lama terjawab, keadaan tidak kunjung berubah, dan kesetiaan semakin diuji. Dalam situasi seperti ini, firman Tuhan melalui nabi Yesaya mengajak kita untuk mengingat kesetiaan Allah di masa lalu, agar kita tetap percaya di tengah kesukaran.
Allah Memanggil umat-Nya untuk mendengar dan mengingat
Tuhan berkata, “Dengarkanlah Aku…” Ini adalah seruan untuk kembali fokus kepada suara Tuhan, bukan pada keadaan yang mereka alami. Tuhan mengingatkan umat-Nya untuk memandang pada Abrahan dan Sara yang adalah leluhur mereka, bahwa hidup mereka dibentuk oleh tangan Allah sendiri. Maka jika Allah yang memanggil, maka Ia juga sanggup memelihara. Abraham dipanggil ketika ia seorang diri, tanpa jaminan masa depan. Sara mengalami ketidakmungkinan karena kemandulannya. Namun Tuhan memberkati mereka dan menjadikan mereka bangsa yang besar. Disinilah bukti iman bahwa apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Allah.
Saat keadaan terasa berat, ingat kembali karya Tuhan dalam hidup kita. Ketika iman mulai goyah, belajarlah dari kesetiaan Allah kepada Abraham dan Sara. Tetaplah percaya, karena Allah yang memulai pekerjaan baik dalam hidup kita, Ia juga yang akan menyelesaikannya. Iman bertumbuh ketika kita mau melihat kesetiaan Tuhan, sehingga kita berani melangkah ke depan dengan penuh percaya. Tetaplah percaya walau sukar, sebab Tuhan yang sama di masa lalu, adalah Tuhan yang bekerja hari ini dan selamanya untuk memberkati kita.
Doa :
=====
Tuhan, di tengah kesukaran hidup, ajar kami untuk tetap percaya dan mengingat kasih-Mu. Ingatkan kami akan karya-Mu yang setia, agar iman kami tidak mudah goyah dan pengharapan kami kepada-Mu tetap teguh. Amin.
Johanis M