TETAP BERIMAN DALAM TEKANAN
AYUB 16 : 1 - 21
Dalam Pastoral Konseling, selalu ditekankan masalah mendengar. Membiarkan sang klien atau yang kita kunjungi untuk berbicara dan kita banyak mendengar. Kita mengajak dan memancing ybs untuk berbicar lebih banyak dan terbuka. Biarkan dia curhat dan kita menjadi pendengar yang baik dan setia. Kita tidak boleh datang dan menjadi hakim atas orang tsb. Kita memberi kekuatan dan penghiburan dengan berusaha memahami dan menempatkan diri pada posisi klien kita.
Bacaan kita hari ini menceritakan tentang kekesalan Ayub kepada teman2nya dan imannya kepada Tuhan.
Sikap teman2nya yang merasa memiliki kebenaran membuat Ayub semakin kesal. Dia merasa bahwa perkataan teman2nya hanya merupakan perkataan kosong yang tidak relevan dengan apa yang dia alami. Sehingga Ayub sampai berkata : "penghibur sialan kamu semua"(TB1) atau "penghibur yang menyusahkan saja kamu semua"(16).
Apa yang dikatakan Ayub itu menunjukkan bahwa apa yang dilakukan teman2 yang mengunjunginya untuk memberi penghiburan, tidak menghasilkan penghiburan, tetapi justeru menambah tekanan. Ayub sangat jengkel dengan teman2nya. Selain mengatakan "sialan" atau "menyusahkan", Ayub mengatakan : "Akupun dapat berbicara seperti kamu, sekiranya kamu ditempatku; aku akan merangkai kata2 terhadap kamu dan meng-geleng2kan kepala atas kamu"(4).
Dengan kata lain, Ayub mau mengatakan : Memang mudah untuk berbicars, tapi merasakan dan mengalami tidak mudah".
Teman2nya datang dan menghakimi Ayub. Mereka datang bukan untuk mendengar keluh-kesah Ayub yang sedang menderita, tetapi mereka datang dengan banyak berbicara, menghakimi, menuduh Ayub berbuat banyak dosa sehingga membuat Ayub kesal.
Yang patut diteladani dari Ayub adalah : walau dalam tekanan dan penderitaan yang hebat, imannya tetap kepada Allah. Ayub berkata : "Sekalipun aku dicemooh oleh sahabat2ku, kearah Allah mataku menengadah sambil menangis, supaya Ia memutuskan perkara antara manusia dengan Allah, seperti antara manusia dengan sesamanya" (20-21).
Penderitaan Ayub sudah memuncak. Teman2nya mengecewakan semua. Tuhan se-akan2 tidak peduli. Sekalipun demikian, Ayub tetap setia kepada Allah, dan berkata : "Ketahuilah sekarang juga, Saksiku ada di surga, yang memberi kesaksian bagiku ada ditempat yang tinggi". (19)..
Pernahkah anda menjadi teman bagi orang lain yang sedang mengalami penderitaan atau kepahitan hidup?. Bagaimana sikap anda?. Datang sebagai orang yang mau banyak mendengar dan menjadi penghibur yang baik atau seorang hakim, seperti teman2 Ayub?.
Atau pernahkah anda mengalami kehidupan yang pahit, sedang keluarga serta teman2 abda sama sekali tidak menolong, menghiburpun tidak!. Bahkan anda merasa bahwa kehadiran mereka hanya menambah tekanan dalam kehidupan anda?.
Mari belajar dari sikap Ayub. Tetap beriman ditengah tekanan. Sebab satu2nya jalan keluar adalah bahwa anda harus mengingat kembali pengorbanan Tuhan Yesus bagi diri anda. 'Ingatlah selalu Dia yang tekun menanggung bantahan yang sehebat itu terhadap diri-Nya dari pihak orang2 berdosa, supaya jangan kamu menjadi lemah dan putus-asa".
(Ibrani 12:3).
Doa Pribadi :
- Berdoa untuk bangsa dan negara, proses Pemilu dan pemerintah.
- Berdoa untuk gereja dan pelayanannya, termasuk Panitia Natal.
Pdt. Em. Anthon Karundeng.