LELAH & PUTUS ASA
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
SENIN, 18 MEI 2026
LELAH & PUTUS ASA
1RAJA-RAJA 19: 3-4
Elia pun ketakutan, lalu pergi menyelamatkan dirinya. Setelah sampai ke Bersyeba, di wilayah Yehuda, ia meninggalkan hambanya disana. Tetapi, ia sendiri pergi ke padang gurun sejauh satu hari perjalanan. Ia tiba dan duduk di bawah sebuah pohon arar. Ia memohon supaya ia mati, katanya, " Cukuplah sudah! Sekarang, ya Tuhan, ambillah nyawaku, sebab aku ini tidak lebih baik daripada nenek moyangku. "
Dalam sebuah pelayanan, ada orang yang dapat memberikan segalanya bagi pekerjaan Tuhan. Orang begitu bersemangat untuk melakukannya. Apapun dan dimanapun, dikerjakan.
Namun, hal yang tidak mungkin dihindarkan adalah bahwa dalam melaksanakan pekerjaan Tuhan, tidak lepas dari tantangan, bahkan masalah-masalah yang sangat menantang.
Hal seperti ini sering membuat orang pada akhirnya merasakan kelelahan dan putus asa, hingga menyerah.
Putus asa adalah sebuah kondisi ketika seseorang kehilangan semua atau hampir semua harapan.
Putus asa, menyiratkan kesedihan yang sangat mendalam yang timbul dari keyakinan akan kesia-siaan upaya lebih lanjut.
Elia adalah seorang nabi yang sangat giat bekerja melakukan pekerjaan Allah, bahkan ketika ia harus berhadapan dengan nabi-nabi palsu. Pekerjaan Tuhan dilakukan dengan sangat luar biasa. Nabi-nabi palsu itu dikalahkan. Tentu Elia senang, sukacita. Namun sukacita itu tidak berlangsung lama.
Peristiwa itu sampai kepada Ahab dan Izebel, dan mereka murka sehingga membuat nyawa Elia terancam. Elia harus pergi untuk menyelamatkan nyawanya. Elia menjadi takut, memilih untuk pergi sendiri dan meminta kepada Tuhan untuk mengambil nyawanya.
Elia mengalami kelelahan dan keputusasaan, merasa sudah bekerja semangat tetapi justru nyawanya terancam.
Elia merasakan ketakutan karena fokus Elia sudah beralih, dari Tuhan kepada musuh-musuh Tuhan. Ia dikuasai oleh situasi, dan ia memilih untuk menjauh dan merasa sendirian.
Sekalipun hambaNya menjauh, tetapi Tuhan datang mendekat untuk menguatkan, menghibur, dan membangkitkan asa yang hampir hilang.
Lelah dan putus asa bisa terjadi kepada setiap orang, karena tantangan-tantangan hidup, baik di dunia kerja, dunia pendidikan, pelayanan, dan sebagainya.
Sepanjang hidup, tantangan dan hambatan akan tetap dihadapi, tetapi tetaplah fokus kepada Allah sehingga apapun tantangannya tidak akan menguasai dan mengakibatkan ketakutan. Jika tantangan datang, mendekat kepada Allah, bahkan sekalipun manusia menjauh namun Allah mendekat untuk memberi semangat dan membuat manusia kuat.
Pokok Doa:
1.Pergumulan jemaat: sakit, berduka, pekerjaan, ekonomi, pendidikan, rumah tangga
2.Gereja supaya makin diperlengkapi untuk mengerjakan misi Allah
Maria S