ALLAH MENAHAN MURKANYA DAN MEMILIH MENGAMPUNI UMATNYA

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  

RENUNGAN HARIAN 

GKI COYUDAN 

SABTU 16 MEI 2026 


ALLAH MENAHAN MURKANYA DAN MEMILIH MENGAMPUNI UMATNYA


Mazmur 78:38-39 (TB) Tetapi Ia bersifat penyayang, Ia mengampuni kesalahan mereka dan tidak memusnahkan mereka; banyak kali Ia menahan murka-Nya dan tidak membangkitkan segenap amarah-Nya.

Ia ingat bahwa mereka itu daging, angin yang berlalu, yang tidak akan kembali.


Beberapa hari kedepan, kita akan merayakan kembali arti dan makna turunNya Roh Kudus. Dalam hari-hari masa penantian ini, kita sedang diajak untuk kembali merenungkan dan mengalami betapa karya ajaib Roh Kudus itu, salah satunya, adalah mengingatkan setiap orang beriman akan cinta Allah. Cinta Allah yang begitu besar melampaui semua penderitaan, kepahitan bahkan dosa manusia. Cinta Allah yang tak dapat kita jangkau dengan penderitaan bahkab pergumulan manusia, hingga hari ini. Cinta Allah yang nyata dalam perjalanan Yesus menuju Salib, kematian bahkan kenaikanNya ke Sorga. Peran Roh Kudus inilah yang membuat kita selalu percaya bahwa Allah tak pernah meninggalkan kita, bahkan ketika kita jatuh terpuruk entah dalam pergumulan maupun kesalahan kita sekalipun. 

Inilah yang juga dialami pemazmur dalam hidupnya. Cinta Allah membuatnya selalu tersadar akan betapa berharganya manusia dihadapan Allah. Dalam bacaan kita hari ini, pemazmur mengajak kita mengingat kisah nenek moyang bangsa Israel yang diselamatkan Allah untuk keluar dari Tanah Mesir kala itu. Dalam segala sifat serta karakter tegar tengkuk Israel, Allah membuktikan cintaNya yang besar. Mazmur 78 mengajak kita melihat betapa dalam peristiwa besar karya keselamatan Allah yang dilakukanNya bagi Israel, bangsa itu masih teyap sulit untuk tunduk dan takluk pada Allah. Sekalipun telah melihat betapa Allah begitu ajaib menolong, memelihara hidup mereka dipadang gurun dan membuktikan pada mereka bahwa IA nyata bekerja diantara mereka, mereka masih saja sulit untuk taat. Itulah mengapa pemazmur mengakui bahwa Allah adalah Allah yang penyayang. Bukan karena Allah tak bisa marah, namun IA penyayang karena IA memilih menahan murkaNya dan memutuskan mengampuni bangsa Israel yang sulit untuk taat padaNya. IA bisa saja menumpahkan amarah dan kekecewaanNya pada bangsa Israel, namun ayat indah ini menjelaskan kepada kita Allah begitu mengasihi manusia, dalam penderitaan dan kesulitannya untuk taat kepada Allah. 

Inilah cinta Allah yang ajaib itu. IA berhak untuk marah, menghukum bahkan melupakan murkaNya pada kita. Tetapi IA memilih untuk membuat kita percaya pada CintaNya. IA memilih untuk membuktikan cintaNya pada kita dengan mengampuni dan kembali memberikan kepercayaan kepada kita. Sungguh besar bukan cintaNya itu. Maka mari mulai saat ini, kita mencintaiNya dengan segenap hati dan jiwa kita. IA memilih menahan murkaNya agar kita tahu, bahwa bagi Dia kita sangat berharga untuk dicintai dan dikasihiNya. 


Doa pagi: 

"Betapa kami bersyukur kepadaMu Ya Allah karena Dikau mengampuni dan mencintai kami sekalipun kami masih berusaha mencintai dan mentaatiMu. Terimakasih Ya Allah. Amin" 


Pdt Keshia H.S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.