TEKANAN YAMG MENGHASILKAN KEKUATAN

  •  Yohana Jessica
  •  

*RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN*

Kamis, 6 November 2025


*Tekanan yang Menghasilkan Kekuatan*

Kisah Para Rasul 23:11

 _Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata kepadanya: ”Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma.”_


Dalam fisika, ada sebuah rumus sederhana: *P (tekanan) = F (gaya) : A (luas permukaan)* yang bisa dimodifikasi menjadi *F = P × A* — gaya/dorongan muncul dari tekanan yang bekerja pada suatu bidang. Semakin besar tekanannya dan semakin luas bidang yang menahannya, semakin kuat gaya yang dihasilkan. 


Rasanya, rumus fisika tersebut selaras dengan kehidupan. Tekanan tidak selalu menghancurkan; justru bisa menjadi dorongan yang menumbuhkan kekuatan baru, ketika hati kita cukup luas untuk menanggungnya.


Seperti dalam bacaan kita pada hari ini. Paulus sedang berada di bawah tekanan besar: ditolak bangsanya, diadili pemimpin agama, dan dijaga ketat oleh tentara Romawi. Tapi malam itu, Tuhan berdiri di sisinya dan berkata, *“Kuatkanlah hatimu.”* Tuhan tidak menghapus tekanannya, melainkan menyalurkan tekanannya menjadi gaya dorong bagi panggilan yang lebih luas: pergi bersaksi di Roma. Tekanan yang berat itu ternyata bukan akhir, tetapi bahan bakar bagi langkah selanjutnya. Di tangan Tuhan, tekanan menjadi tenaga penggerak misi.


Begitu juga dengan kita. Tekanan hidup (dari pekerjaan, keluarga, tanggung jawab, atau pergumulan batin) mungkin sering terasa menekan dari segala sisi. Tapi jika hati kita diperluas oleh iman dan pengharapan kepada Tuhan, *tekanan itu bisa berubah menjadi kekuatan untuk bertumbuh.* Sebab, setiap masalah yang menekan hidup kita tidak pernah sekalipun Tuhan izinkan untuk menghancurkan kita. *Tuhan mungkin tidak menghapus tekanan hidup, tetapi Ia sanggup mengubah arah tekanan itu menjadi kekuatan yang mendorong kita maju.*


Maka ketika tekanan datang, jangan buru-buru menyerah. Izinkan Tuhan berdiri di sisi kita, agar tekanan yang kita alami menjadi gaya yang menggerakkan kita semakin dekat kepada tujuan dan panggilan-Nya. Amin.


*Pokok Doa:*

1. Anak dalam tumbuh-kembang iman & jasmaninya

2. ⁠Relasi anak dalam keluarga (dengan orang tua & saudara/i)

3. ⁠Pergumulan jemaat: sakit, ekonomi, sosial


_Yohana Jessica_

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.