SIAP MENDERITA

  •  Sujud Swastoko
  •  


1 Petrus 4:1-6

”Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--, supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.” (ay.1,2)

Kemarin kita telah mengikuti ibadah Jumat Agung yang menyadarkan kita, betapa Tuhan Yesus Kristus begitu menderita, baik fisik maupun batin. Malam sebelum ditangkap, Tuhan Yesus berdoa di taman Getsemani. Dia membawa tiga murid-Nya yaitu Petrus, Yakobus dan Yohanes untuk berjaga-jaga karena hati-Nya sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Ia sangat takut dan gentar (Mrk.14:33)

Yesus berdoa sampai tiga kali, ”Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki.” (Matius 26:39). Saat malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya, Yesus sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. (Lukas 22:43-44).

Dan keesokan harinya, Yesus harus menerima penderitaan jasmani. Dia diadili di hadapan Pilatus, kemudian dibawa ke hadapan Herodes, kemudian kembali dibawa ke hadapan Pilatus, hingga dijatuhi hukuman salib. Yesus diolok-olok dan dihina. Kepala-Nya diberi mahkota berduri. Ia diludahi. Tubuhnya dicambuki. Dan Yesus harus membawa salib ke Golgota, dan Ia mati disalibkan.

Yesus telah menderita karena dosa manusia. Ia menjadi Anak Domba Allah yang menebus dosa manusia melalui salib. Barangsiapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Bagi orang yang percaya kepada-Nya, maka ia juga harus siap menderita seperti Kristus.

Firman Tuhan dalam bacaan kita hari ini mengatakan, ”Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamu pun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian..” (ay.1). Kita harus siap menghadapi penderitaan saat menjalani kehidupan di dunia ini.

Mungkin kita berpikir, “Saya sudah berusaha taat kepada Tuhan, berusaha hidup dengan benar, melakukan firman Tuhan dengan baik, tetapi mengapa masih saja ada persoalan-persoalan yang harus dihadapi?” Kita sudah berbuat baik kepada orang lain dan hidup dalam kebenaran, tetapi orang lain masih sering menyalahkan dan memojokkan kita.

Semua itu diijinkan Tuhan agar kita tidak mengandalkan pada kemampuan diri kita sendiri, tetapi sepenuhnya mengandalkan Tuhan. Penderitaan menyebabkan kita semakin tekun dan teruji, serta berserah pada pimpinan Tuhan. Tuhan Yesus telah memberi teladan tentang penderitaan, maka sebagai anak-anak Allah kita juga harus siap hidup dalam penderitaan dengan tetap memegang iman dalam Yesus Kristus. Kita memiliki pengharapan untuk hidup kekal bersama Bapa di sorga.

Oleh karena itu, selama masih ada sisa waktu hidup di dunia ini, gunakan sebaik-baiknya untuk hidup dalam kebenaran, berbuat kebaikan seperti yang Allah kehendaki, seperti yang firman Tuhan katakan: “Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.” (ay.2)   

Kiranya Tuhan menolong dan memimpin hidup kita sehingga iman kita dalam Yesus Kristus tetap teguh. Amin 


Pokok Doa: 
1.Ibadah dan Perayaan Paska besok.
2.Pelayanan di GKI Coyudan dan Pos Jemaat.
3.Bangsa dan Negara Indonesia.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.