SEMBAHLAH ALLAH!

  •  Sujud Swastoko
  •  

RENUNGAN HARIAN

GKI COYUDAN SOLO

Jumat, 30 Mei 2025


SEMBAHLAH ALLAH!

Wahyu 22:6-9


”Namun, ia (malaikat) berkata kepadaku, “Jangan berbuat demikian! Aku adalah hamba, sama seperti engkau dan saudara-saudaramu, para nabi dan semua mereka yang menuruti segala perkataan kitab ini. Sembahlah Allah!” (ay. 9)


Banyak orang yang kadang terobsesi dengan orang yang dikaguminya. Seseorang yang begitu terpesona dengan penyanyi idolanya, bisa sedemikian berubah hidupnya karena mengikuti gaya penyanyi tersebut. Mulai dari cara berpakaian, berdandan, gaya bicara, dan sebagainya. Ia berupaya mengikuti artis idolanya, bahkan sampai memuja-muja artis atau penyanyi tersebut.


Dalam kehidupan keagamaan, hal ini kadang juga terjadi. Ada orang yang begitu mengagumi seorang tokoh agama yang menjadi panutannya, sampai ia disuruh apa pun manut, bahkan ia seolah “menuhankan” tokoh tersebut. Ia begitu terbuai dengan kata-kata tokoh tersebut, padahal ajarannya belum tentu benar.


Dalam bacaan kita hari ini, kita melihat bahwa Yohanes telah diberi penglihatan oleh Allah tentang segala sesuatu yang akan terjadi, tentang kehidupan orang beriman dan kedatangan Tuhan Yesus Kristus. Setelah menerima semua penglihatan tersebut, Yohanes sujud di depan kaki malaikat yang telah menunjukkan semuanya itu dengan tujuan untuk menyembahnya.


Namun, malaikat tersebut dengan tegas menegur Yohanes agar tidak melakukan hal itu, karena malaikat itu adalah hamba, sama seperti manusia yang telah diutus Allah dan yang menuruti segala firman Allah. Malaikat tersebut mengatakan, ”Sembahlah Allah!”


Hal itu menyadarkan kita bahwa Allah memakai para malaikat dan juga para nabi untuk memberitakan kebenaran firman Allah. Seberapa hebatnya mereka, mereka adalah alat Tuhan dan kita tidak boleh mengidolakan mereka, bahkan sampai menyembahnya, karena Allah-lah yang sebenarnya mengutus mereka.


Oleh karena itu, dalam perjalanan iman ini kita harus fokus untuk hanya menyembah Allah, bukan menyembah manusia yang dipakai Allah. Jangan sampai kita terjebak pada pemujaan terhadap orang-orang yang dipakai Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya. 


Kadang kita melihat di medsos atau Youtube, begitu hebatnya seorang pengkotbah, sampai ada pengikutnya yang memuja-mujanya, apa pun yang dilakukannya (walaupun kadang itu salah), semua dianggap benar. Orang seperti itu akan membenarkan idolanya dan melupakan kebenaran yang sesungguhnya, bahkan melupakan Tuhan.


Marilah kita terus memuliakan dan menyembah Allah, dan bersyukur atas orang-orang yang diutus Allah untuk meyatakan kebenaran dan kemuliaan-Nya. Kita harus tunduk dan setia, hanya kepada Allah semata. Amin.


 Pokok Doa

1. Stabilitas ekonomi dan sosial di Indonesia.

2. Persiapan ibadah Minggu.

3. Saudara-saudara yang sakit dan dalam pemulihan.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.