SEHEMBUS NAPAS YANG DICINTAINYA

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  

RENUNGAN HARIAN 

GKI COYUDAN 

Selasa 30 SEPT 2025 


SEHEMBUS NAPAS YANG DICINTAINYA

Mazmur 62:9, 11-12 (BIMK)  (62-10) Manusia hanya sehembus napas, besar kecil sama-sama tak berharga. Kalau ditimbang, mereka ternyata ringan, lebih ringan dari sehembus napas. 

(62-12) Beberapa kali aku mendengar Allah berkata bahwa kekuasaan berasal daripada-Nya, 

(62-13a) dan bahwa Ia tetap mengasihi. Engkau, 


Manusia dengan segala kelemahan dan kekuatannya, menurut kitab Mazmur adalah bagaikan sehembus napas yang begitu ringan. Artinya: manusia seharusnya tak mempunyai alasan,apapun, untuk menyombongkan dirinya. Serta menganggap bahwa dirinya adalah yang paling penting. Entah ia kaya atau miskin, besar atau kecil, untung atau rugi, ia tetap sama. Ia adalah manusia lemah dihadapan Allah Sang Pencipta. Oleh karena itulah, seharusnya dan sepantasnya manusia hanya bergantung dari kekuasaan Allah yang tak terbatas itu. Mengapa? Karena Allah mau mencintai kita, para manusia yang seringan napas dan tak berharga, menjadi manusia yang sangat dicintainya. 

Jika kita sungguh-sungguh membaca bagian Alkitab kita hari ini dan merenungkannya di sepanjang hari yang kita jalani. Maka akan timbul rasa lega dan ringan. Lega karena sejatinya kita ini memang tidak berharga namun dicintaiNya. Ringan karena cintaNya membuat kita mampu menjalani segala hal dengan bermakna. Kita tak perlu menjadi siapapun untuk dicintaiNya. Karena cintaNya sudah membuat kita menjadi begitu berharga bagiNya. Tak apa jika hanya seperti hembusan napas, tak masalah menjadi besar atau kecil. Sepanjang kita dicintaiNya dan dianggapNya begitu berharga, maka ini sudah lebih dari cukup. 


Doa pagi: 

"Kami memang tak akan pernah berarti apa-apa jika kami tidak Dikau Cintai. CintaMu sudah lebih dari cukup untuk kami. Terimakasih Bapa. Amin" 


Pdt Keshia H.S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.