SECARA PERLAHAN
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Jumat, 5 September 2025
SECARA PERLAHAN
Ulangan 7:22
"TUHAN, Allahmu, akan menghalau bangsa-bangsa ini dari hadapanmu sedikit demi sedikit; engkau tidak boleh membinasakan mereka dengan segera, supaya jangan binatang hutan menjadi terlalu banyak melebihi engkau."
Salah satu masakan khas Indonesia yang mendunia adalah rendang. Memasak rendang bukan hanya bicara soal bumbu dan takaran yang tepat, tetapi juga soal kesabaran. Jika daging rendang dimasak dengan panas tinggi supaya cepat matang, hasilnya sering kali daging jadi keras, bumbu tidak meresap, dan rasanya tidak enak. Tapi kalau dimasak perlahan, dengan api kecil, daging jadi empuk, bumbu meresap sempurna, dan rasanya menjadi kaya. Waktu dan kesabaran adalah kunci dalam menghasilkan sesuatu yang berkualitas.
Dalam Ulangan 7, Tuhan berjanji kepada Israel bahwa Ia akan memberkati mereka dengan tanah yang baik, keturunan, dan hasil bumi yang melimpah. Namun, janji itu tidak datang sekaligus. Ayat 22 menegaskan bahwa
Allah bekerja dengan “perlahan-lahan” bukan karena Ia kurang berkuasa, melainkan karena Ia tahu apa yang terbaik. Jika bangsa-bangsa itu dihalau sekaligus, tanah itu akan kosong, dan binatang liar akan mendatangkan masalah baru. Jadi, Tuhan memakai proses bertahap demi menjaga umat-Nya. Inilah prinsip ilahi: kemenangan sejati sering kali datang melalui proses, bukan kilat sekejap.
Kita pun sering berharap masalah di Indonesia, entah itu korupsi, ketidakadilan, atau kemiskinan, bisa beres dengan cepat. Namun, perubahan besar jarang terjadi dalam semalam. Tuhan sering bekerja melalui proses: kesadaran masyarakat yang bertumbuh, generasi baru yang dididik dengan nilai yang benar, atau reformasi yang pelan tapi pasti membentuk budaya baru.
Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk sabar, tekun, dan setia dalam bagian kita: hidup jujur, menabur kebaikan, mendidik anak-anak dengan nilai Kristus, dan berdoa bagi bangsa. Perubahan mungkin terlihat lambat, tapi percayalah, bersama Tuhan, setiap langkah kecil membawa dampak besar di kemudian hari.
Seperti masakan yang butuh waktu untuk matang sempurna, begitu juga karya Tuhan dalam hidup kita dan bangsa kita. Allah bekerja perlahan-lahan, tapi pasti, demi kebaikan umat-Nya. Tugas kita adalah sabar menantikan, setia dalam proses, dan percaya bahwa janji-Nya akan tergenapi tepat pada waktunya.
Karena apa yang dikerjakan Tuhan perlahan-lahan, akan bertahan untuk selamanya.Kiranya Tuhan menolong kita semua, Amin.
Pokok Doa:
1. Berdoa untuk Digital Ministry GKI Coyudan agar dapat memperlengkapi setiap anggota jemaat dari segi spiritualitas maupun pengajaran
2. Berdoa untuk keadilan dan kepemimpinan di dalam pemerintahan Indonesia
3. Berdoa untuk pergumulan anggota jemaat yang sedang sakit dan mengalami kesulitan
Reggy Leo