SANG RAJA, SANG GEMBALA

  •  Maria Sampyuh
  •  

Renungan warta 23 November 2025


SANG RAJA, SANG GEMBALA

YEREMIA 23:1-8


Nabi Yeremia adalah salah satu nabi yang bekerja di Israel selatan (Yehuda). Ia adalah anak imam Hilkia dari Anatot. Yeremia dipanggil Allah untuk bernubuat pada masa pemerintahan raja Yosia, 

Yoyakim, Zedekia, hingga masa kehancuran Yerusalem dan pembuangan ke Babel. Yeremia hidup pada masa para pemimpin atau gembala bangsa itu mengalami degradasi iman dan moral. Mereka sebagai pemimpin tidak memperhatikan dan membela kepentingan  orang miskin dan lemah. 

Mereka hanya mementingkan kepentingan  dan keuntungan mereka sendiri, menindas orang yang tidak bersalah, dan memeras orang lemah yang seharusnya mereka lindungi. 


Yeremia 23:1-8, berbicara tentang dua hal, yakni kecaman Allah bagi para pemimpin atau gembala dan janji pemulihan oleh Allah bagi umatNya. Ayat 1-2, adalah kecaman bagi para gembala atau pemimpin Yehuda  yang tidak melaksanakan tugasnya. Sebagai pemimpin seharusnya mereka bukan hanya memperhatikan kehidupannya sendiri, mengejar keuntungan dan kepentingan pribadi. Sebagai seorang yang memiliki kekuasaan, semestinya memanfaatkan kekuasaan itu untuk membela yang lemah, melindungi yang miskin, menegakkan kebenaran dan keadilan, tetapi justru mereka menekan dan menindas yang sudah tidak berdaya. Keadilan itu tidak terjadi, yang lemah dan miskin tidak dijaga dan tidak terlindungi. Mereka tidak menjadi gembala, mereka membiarkan kambing domba tercerai berai, terserak dan hilang. Gembala yang seharusnya memberikan rasa aman, perlindungan dan penjagaan, yang menuntun dan memimpin, yang menjamin kesejahteraan, tetapi justru terjadi tidak memperhatikan dan memperdulikan kepentingan kambing domba. 

Sebab itu Allah mengecam para pemimpin dan gembala tersebut. Allah akan bertindak atas perbuatan- perbuatan jahat yang dilakukan oleh para pemimpin atau gembala tersebut. 


Ayat 3-6: tindakan Allah bagi umatNya. Allah sendiri yang akan mengumpulkan kambing domba yang tersisa, Allah yang akan membawa mereka kembali dari tempat mereka dicerai beraikan. Inilah janji pemulihan yang Allah berikan kepada umatNya. Dan tindakan Allah yang selanjutnya adalah, Ia akan mengangkat gembala-gembala yang baik, yang menggembalakan dan memberi rasa aman serta perlindungan sehingga kambing domba itu tidak takut lagi, memberikan kesejahteraan sehingga tidak ada yang terhilang. 


Nubuat tentang Sang Raja, Sang Gembala itu disampaikan pada ayat 5: "Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan menumbuhkan bagi Daud Tunas yang adil. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri." Nubuat ini digenapi di dalam Kristus Yesus, Sang Raja yang memberikan nyawaNya sebagai kurban bagi domba-dombaNya demi untuk kehidupan dan keselamatan bagi umatNya. 


Pemerintahan Yesus sebagai Raja adalah pemerintahan yang menggembalakan, bukan seperti apa yang dilakukan para raja yang berupaya untuk mencari kemuliaan dan kekuasaan dengan menindas, menekan dan menghancurkan. Sebagai Raja dan gembala, Kristus menyelamatkan umat dengan cara memberikan hidupNya. 


 (Ibu Maria Sampyuh)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.