HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Jumat, 22 Mei 2026
HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK ALLAH
Roma 8:14–17
Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru “ya Abba, ya Bapa!” (ay. 15)
Pasti ada perbedaan antara orang yang hanya “menumpang” di sebuah rumah dengan seorang anak pemilik rumah itu sendiri. Orang yang menumpang biasanya akan serba sungkan dan takut salah. Tetapi, seorang anak pemilik rumah tahu bahwa rumah itu adalah tempatnya pulang. Bahkan saat ia gagal atau melakukan kesalahan, ia tetap datang kepada ayahnya karena yakin dirinya dikasihi.
Berdasarkan hal itu, mari lihat relasi kita dengan Allah. Selama ini kita lebih sering datang sebagai “orang yang menumpang” atau sebagai anak yang mengenal kasih Bapa?
Melalui Roma 8:14–17, Paulus mengingatkan bahwa kita tidak menerima roh perbudakan yang membuat kita hidup dalam ketakutan, tetapi Roh yang menjadikan kita anak-anak Allah. Itulah identitas sejati kita. Karena itu, kita dapat berseru, “ya Abba, ya Bapa!”
Ini berarti, Allah menghendaki relasi yang dekat, hangat, dan penuh kepercayaan dengan umat-Nya, seperti anak kepada bapa dan bapa kepada anaknya. Namun kedekatan itu bukan berarti kita hidup seenaknya. Justru dalam relasi yang dekat dengan Bapa, kita semakin mengenal hati dan kehendak-Nya, lalu rindu hidup dipimpin oleh Roh-Nya dan melakukan apa yang berkenan kepada-Nya.
Karena itu, saat kita jatuh, gagal, atau merasa tidak layak, jangan memilih menjauh dari Allah. Datanglah kembali kepada Bapa. Jangan sungkan. Di dalam kasih-Nya, Ia bukan hanya menerima kita sebagai anak, tetapi juga memimpin dan membentuk hidup kita setiap hari melalui Roh Kudus, supaya kita makin hidup seturut kehendak-Nya. Amin.
Pokok Doa:
1. Anak-cucu dalam tumbuh-kembang imannya
2. Relasi anak dalam keluarga
3. Pergumulan jemaat: sakit, berduka, ekonomi
Yohana Jessica