RUMAH DOA
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
RABU, 20 AGUSTUS 2025
RUMAH DOA
LUKAS 19: 45-46
Lalu Yesus masuk ke Bait Allah dan mulailah Ia mengusir semua pedagang di situ, kataNya kepada mereka, "Ada tertulis: Rumah-Ku akan menjadi rumah doa. Namun, kamu menjadikannya sarang penyamun. "
Tindakan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus ini adalah tindakan yang sangat tegas dan berani. Seorang diri Tuhan Yesus mengusir semua pedagang yang ada di Bait Allah. Bagaimana Ia mengusir pedagang- pedagang itu?
Dalam Injil Matius 21:12 dikatakan bahwa Tuhan Yesus membalikkan meja-meja penukar uang dan bangku-bangku pedagang merpati.
Markus 11: 15-16 juga menyebutkan hal yang sama dan dikatakan Ia tidak memperbolehkan orang membawa barang-barang melintasi halaman Bait Allah.
Yonanes 2: 15-16, mengatakan: Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Allah dengan semua domba dan lembu mereka. Uang penukar-penukar dihambirkanNya ke tanah dan meja-meja mereka dibalikkanNya. Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata, " Ambil semuanya ini dari sini! Jangan kamu membuat rumah BapaKu menjadi tempat berjualan! "
Dari tindakan yang dilakukan Tuhan ini, mungkin muncul pertanyaan, kenapa Tuhan sampai melakukan hal sedemikian, Tuhan yang biasanya sangat lembut, sabar, penuh keramahan dan kasih.
Bait Allah dibangun, pasti dengan maksud atau tujuan, yaitu menjadi suatu tempat khusus bagi kehadiran Allah secara istimewa. Bait Allah menjadi tempat perjumpaan Allah dengan umatNya.
Tindakan Tuhan ini adalah untuk menyucikan dan mengembalikan fungsi Bait Allah sebagai rumah doa, dimana umat menjalin relasi dengan Tuhan.
Waktu bersama Tuhan adalah saat-saat yang istimewa, jangan sampai Bait Allah yang mestinya menjadi rumah doa, tempat umat mengalami kehadiran Allah berubah menjadi tempat untuk mencari keuntungan-keuntungan pribadi, bukan untuk mencari Tuhan.
Kiranya menjadi perenungan bagi setiap anak- anak Tuhan.
Tuhan memberkati ????????
Pokok Doa:
1.Kesatuan & persatuan bangsa
2.Peran gereja dalam mewujudkan keadilan
Maria S