ROH KUDUS ALLAH

  •  Sujud Swastoko
  •  

RENUNGAN HARIAN

GKI COYUDAN SOLO

Selasa, 10 Juni 2025


Roh dari Allah

1 Korintus 2:11-16


”Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu apa yang dikaruniakan Allah kepada kita.” (ay.12)


Suatu ketika saya membeli bibit pohon mangga, yang menurut penjualnya, nanti kalau sudah berbuah rasanya akan manis dan enak. Saya tahu, untuk jenis pohon mangga tersebut memang rasanya dikenal enak, manis dan harum. Tetapi beberapa tahun kemudian, saat berbuah, ya ampuun ... walaupun sudah matang, rasanya sama sekali jauh dari harapan. Tidak semanis dan seharum buah dari pohon indukannya.


Hal itu bisa dimaklumi karena memang kondisi tanah di tempat saya berbeda dengan tempat asal pohon tersebut. Kalau tanah di tempat saya, kandungan unsur hara (pupuk) nya tidak sesubur tanah di pembibitan yang selalu dipupuk, dirawat, dan dipelihara dengan baik. Kondisi udara dan pencahayaan matahari juga berpengaruh terhadap perkembangan tanaman itu. Karena itulah, buah yang dihasilkan rasanya juga berbeda.


Jadi, buah mangga yang jenisnya sama, buahnya bisa berbeda rasanya. Demikian pula dengan manusia. Manusianya sama, tetapi kalau yang masuk dalam dirinya berbeda, hasilnya juga berbeda. Jika yang ada dalam manusia adalah roh manusia yang berasal dari dunia, maka hidupnya akan menjadi manusia yang memprioritaskan duniawi, yang mementingkan kehidupan dunia fana. Namun, jika rohnya berasal dari Allah, maka hidupnya akan tumbuh sesuai dengan pikiran dan  kehendak Allah.


Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Korintus mengingatkan orang-orang percaya, bahwa roh yang ada di dalam diri mereka adalah roh yang berasal dari Allah, yaitu Roh Kudus. Karena itulah orang-orang percaya tahu apa yang dikaruniakan Allah kepada mereka. Kita sebagai orang percaya, juga menerima Roh Kudus saat percaya kepada Tuhan Yesus, sehingga kita dituntun untuk hidup sesuai kebenaran firman Allah.


Oleh karena itu, jika kita menyadari bahwa sesungguhnya roh kita berasal dari Allah, maka kita harus tunduk pada perintah Roh Kudus yang menuntun kita pada kebenaran. Dalam seluruh aktivitas kita, baik dalam pekerjaan, dalam aktivitas rumah tangga, bersosialisasi dengan orang lain, kita ditolong untuk bisa mengasihi, berbuat jujur, melakukan perbuatan-perbuatan baik yang Tuhan kehendaki. Dengan demikian, hidup kita akan menjadi berkat dan damai sejahtera bagi sekitar kita.


Kiranya Roh Kudus yang ada dalam hidup kita, terus menuntun dan menjadikan kita anak-anak Allah yang selalu hidup dalam kebenaran. Tuhan memberkati. Amin.


 Pokok Doa

1. Bagi yang sakit diberikan kekuatan dan kesembuhan.

2. Bagi yang berbeban berat, Tuhan membukakan jalan.

3. Selalu bersyukur untuk setiap keadaan.


Sujud Swastoko

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.