RENDAH HATI DI HADAPAN TUHAN

  •  Keshia Hestikahayu Suranta
  •  

RENUNGAN HARIAN 

GKI COYUDAN 

JUMAT 29 AGUSTUS 2025


RENDAH HATI DI HADAPAN TUHAN

Amsal 21:30 (BIMK)  Tidak ada kepintaran, kecerdasan atau kebijaksanaan yang dapat bertahan di hadapan TUHAN. 


Dunia hari ini mengagungkan segala sesuatu yang terkait dengan kepintaran dan kecerdasan. Apalagi dengan kemajuan penggunaan AI di makin banyak lini kehidupan, rasanya hidup jadi semakin bisa dibanggakan dengan semua penemuan teknologi. Di satu sisi tentu hal tersebut cukup menolong hidup itu sendiri namun jika kecerdasan dan kepintaran itu dipuja sampai batas tak terhingga, kita lupa siapa sejatinya yang paling hebat dari semuanya. Contohnya, sekarang setiap orang yang tanpa mempelajari sebuah ilmu tertentu, dapat berpendapat dengan mudah hanya dengan mengambil data-data yang belum bisa dipertanggungjawabkan dari AI. Hanya berdasarkan mendapat data dan opini dari AI, manusia semakin mudah menjadi sombong dan merasa sudah tau tentang segala sesuatu bahkan sebelum membaca dan meneliti buku-buku terkait ilmu itu. Manusia modern menjadi mudah melabeli diri mereka sendiri "bijaksana" hanya karena dapat membuat quote menarik di sosial media. Padahal belum tentu hidupnya sama dengan quote yang ditampilkan. 

Firman Tuhan hari ini rasanya menegur kesombongan manusia modern saat ini. Kitab Amsal memberi nasihat kepada kita semua bahwa segala kepintaran bahkan kebijaksanaan yang dibanggakan oleh manusia tak akan bisa menandingi kehebatan Tuhan. Tuhan dengan segala kuasa dan kedaulatannya tak akan bisa disandingkan dengan segala suatu yang tampak "hebat" dan "mengagumkan" di dunia ini. 

Oleh karena itu kerendahan hati sungguh menjadi panggilan hidup seluruh manusia dihadapan Tuhan. Dengan menyadari bahwa segala sesuatu yang manusia banggakan sungguh tak akan dapat menandingi segala rencana dan pikiran Tuhan. Pikiran dan rencana Tuhan yang misteri, sesungguhnya adalah satu-satunya kekuatan terbesar di dunia ini. Dengan itulah kita diundang untuk mempercayakan diri sepenuhnya pada Allah dan selalu bersikap rendah hati dihadapanNya. Tak ada alasan sedikitpun bagi manusia untuk bersikap sombong dihadapan Allah dan manusia. Mari belajar rendah hati. 


Doa pagi: 

"Ya Bapa, kiranya Dikau selalu mengingatkan dan menyadarkan kami, siapa kami sesunguhnya. Sadarkanlah kami bahwa kami ini kecil dan Dikaulah yang Besar dan Luar Biasa. Amin" 


Pdt Keshia H.S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.