PERSAUDARAAN DALAM KRISTUS
Renungan Harian GKI Coyudan Solo
Senin, 2 Februari 2026
Filemon 1:8-14, 17-19
Persaudaraan Dalam Kristus
Surat Filemon adalah surat yang bersifat pribadi dari rasul Paulus kepada Filemon; tetapi sekalipun ini adalah surat pribadi, isinya tetap memiliki pesannya sangat mendalam secara teologis. Rasul Paulus menulis kepada Filemon bukan dengan perintah keras yang memaksa, tetapi dengan kasih dan kerendahan hati untuk meminta belas kasih Filemon. Karena rasul Paulus sadar benar bahwa tidak akan mudah bagi Filemon untuk dapat menerima kembali Onesimus.
Siapa Onesimus ? Dia adalah seorang budak yang pernah bekerja di bawah kewenangan Filemon. Onesimus melakukan kesalahan yang cukup besar sehingga dia dipenjarakan. Namun di dalam penjara itulah ia berjumpa dengan rasul Paulus dan mengalami pertobatan dan sungguh-sungguh menjadi pelayan Tuhan !
Karena itu, rasul Paulus yang pada saat itu sudah tua menitipkan Onesimus untuk kembali kepada Filemon, tetapi bukan lagi sebagai hamba yang pernah mengecewakan, melainkan sebagai seorang yang diperbarui di dalam Kristus; untuk menjadi saudara di dalam Kristus.
Yang menarik, rasul Paulus dalam suratnya menyatakan bersedia menanggung hutang Onesimus --(ayat 18-19). Jalan ini ditempuh rasul Paulus, untuk meneladankan kepada Filemon tentang bagaimana Kristus sendiri, yang menanggung hutang dosa kita agar relasi umat dengan Allah dipulihkan. Pengampunan sejati memang mahal, tetapi itulah jalan salib yang menjadi perjalanan iman rasul Paulus dalam meneladan Kristus.
Tidak dicatatkan bagaimana surat balasan Filemon kepada rasul Paulus yang saat itu berada di dalam penjara, tetapi pesan utama dari surat ini yang menjadi penting bagi jemaat Tuhan saat ini, yaitu :
1. Rekonsiliasi adalah salah satu jalan persaudaraan yang layak untuk ditempuh demi pekerjaan pelayanan kita kepada Tuhan.
2. Pengampunan adalah salah satu kunci penting untuk membangun persaudaraan di dalam Kristus Yesus.
3. Perubahan relasi kehidupan dari ”Onesimus yang mengecewakan” menjadi ”Onesimus, Saudara dalam Kristus” adalah sebuah perjalanan iman dalam menyangkal diri, dan mengikut teladan Kristus.
Dan seperti surat rasul Paulus kepada Filemon : pertobatan, pengampunan, rekonsiliasi dan penerimaan kembali bukanlah hal yang mudah, dan tidak ada yang memaksa kita untuk melakukannya, tetapi itulah jalan yang patut ditempuh dan diusahakan dengan penyangkalan diri.
Demikian firman Tuhan hari ini seolah bertanya kepada kita, ”Adakah orang yang sulit untuk kita terima kembali sebagai Saudara di dalam Kristus ?”, dan ”Adakah kita masih memegang hak kita lebih erat daripada kasih Kristus sehingga mengabaikan kehendak Allah ?”. Surat rasul Paulus kepada Filemon mengingatkan kita bahwa iman bukan hanya soal apa yang kita percaya, tetapi juga bagaimana kita memandang dan memperlakukan sesama sebagaimana Kristus memandang dan memperlakukan kita.
Kiranya Tuhan Yesus menolong kita semua. Amin.
Pokok Doa :
1. Untuk kehidupan jemaat GKI Coyudan Solo untuk membangun persaudaraan dalam kasih dan pengampunan, penerimaan dan pelayanan bersama.
2. Untuk perkembangan rencana pembangunan gedung gereja GKI Coyudan Solo, Pos Jemaat Solo Baru.
3. Untuk pertumbuhan dan pengembangan pelayanan GKI Coyudan Solo, Pos Jemaat Joyotakan.
4. Untuk pelayanan dan perkembangan GKI Coyudan Solo, Pos Kebaktian Baturan Indah.
Pdt. Lucas Adhitya Aryanto Sudarmadi