PERJUMPAAN YANG MENEGUHKAN
Jemaat terkasih, minggu Paska II ini kita masih merayakan kebangkitan Tuhan Yesus untuk yang kesekian kalinya dalam hidup kita. Namun pertanyaan bagi kita semua adalah apakah kita telah mengalami perjumpaan dengan Kristus secara pribadi dalam hidup kita? Dalam penampakkan diri Yesus yang pertama kepada murid-murid-Nya. Tomas tidak ada. Dimanakah dia? Mungkin saja dia sedang mengembara dalam kesendirian, kesedihan dan kekecewaan atas apa yang menimpa Gurunya. Tomas tak habis pikir, bagaimana mungkin Yesus, yang adalah Tuhan harus mati mengenaskan di kayu salib. Bukankah itu kematian yang tragis dan hanya pantas untuk seorang penjahat di masa itu? Mengapa justru Yesus yang harus mengalaminya, mengapa Allah seolah membiarkan semua itu terjadi?
Memang, ada banyak kenyataan hidup yang sering tidak berjalan sesuai dengan harapan kita. Kenyataan pahit yang membuat kita bertanya-tanya dan tidak menemukan jawaban, membuat kita bimbang dan akhirnya putus asa. Dalam keputusasaan, Tomas menolak kesaksian dari teman-temannya tentang kebangkitan Yesus. Tomas mewakili pemikiran dan sikap kita pada umumnya, kalau ada bukti baru mau percaya.
Delapan hari kemudian Yesus menyatakan diri kepada Tomas. Inilah perjumpaan sekaligus pengakuan Tomas, "Ya Tuhanku, dan Allahku!" menjadi pengakuan Gereja yang tertua. Tomas seolah berkata, "Oh Yesus, ternyata Engkau adalah Tuhan dan Allahku! Engkaulah jawaban bagi kebimbanganku selama ini.
Cahaya Paska telah menyingsing di belakang bukit penyaliban. Keputusasaan Tomas tentang kayu salib telah sirna dan diganti sukacita. Kegirangan itu mengalahkan kesedihan dan kekecewaannya. Teguran Yesus atas ketidakpercayaan Tomas bisa jadi ditujukan juga bagi kita yang masih ragu bahwa la sungguh- sungguh telah bangkit.
Saat ini kita hidup dalam zaman dimana kita belum boleh melihat Dia, tetapi nanti-saat la datang kembali kita semua akan melihat- Nya. Saat ini pegangan kita hanyalah Firman-Nya. Dengan membaca dan merenungkan Firman Tuhan setiap saat, kita seolah "bertemu dan "mendengar Yesus berkata-kata kepada kita, sehingga perjumpaan kita dengan Yesus melalui Firman-Nya yang kita dengar itulah yang dapat meneguhkan kita dalam menjalani hidup serta beriman kepada Kristus.