PERJAMUAN KUDUS
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Kamis, 17 April 2025
PERJAMUAN KUDUS
1 Korintus 11:23-26
”Sebab, setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.” (26)
Hari ini kita memasuki Kamis Putih. Kita akan mengikuti ibadah yang diselenggarakan pada sore dan malam nanti, sekaligus mengikuti Perjamuan Kudus. Perjamuan Kudus merupakan perintah Tuhan Yesus sendiri saat melakukan perjamuan Paskah Yahudi di Yerusalem (Luk.22:8), karena itulah Perjamuan Kudus termasuk sakramen, selain baptis atau sidi.
Pada saat perjamuan makan bersama para murid, sebelum Ia diserahkan, Tuhan Yesus memecah-mecahkan roti dan memberikan kepada para murid dan berkata, “Inilah tubuh-Ku yang diserahkan bagi kamu. Lakukanlah ini sebagai peringatan akan aku.” Sesudah makan Ia mengambil cawan dan berkata, “Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan dengan darah-Ku. Lakukanlah ini, setiap kali kamu meminumnya, sebagai peringatan akan Aku!” (Luk.22:19-20, 1 Kor.11:24-25)
Perjamuan Kudus tersebut terus dilakukan hingga saat ini untuk mengenang Kristus yang telah hadir di dunia ini, sejak Ia lahir, melayani, menderita sengsara, mati, dibangkitkan, dan dimuliakan di surga. Dengan mengikuti Perjamuan Kudus maka berarti kita menerima tubuh dan darah Kristus. Hidup kita dipersatukan dengan Kristus. Dengan makan makanan rohani yaitu firman Allah, maka tubuh rohani kita akan terus bertumbuh dan menyatu dengan kehendak Allah.
Saat mengikuti perayaan Perjamuan Kudus, kita perlu menyadari bahwa kita telah dipersatukan dengan Kristus yang berarti seluruh kehidupan kita berada dalam pimpinan Roh Kudus. Hidup meneladani Kristus dan semakin serupa dengan Kristus. Hidup yang yang siap menderita, siap berkurban, dan siap memikul salib saat menjalani kehidupan ini.
Hidup yang dipersatukan dengan Kristus juga berarti kita siap memberitakan kematian Kristus sebagai jalan keselamatan bagi manusia yang berdosa, dan siap memberitakan kebangkitan-Nya yang menjadi bukti kemenangan terhadap Iblis, sehingga kita memperoleh keselamatan di dalam Kristus.
Dengan demikian, sebenarnya Perjamuan Kudus merupakan sakramen yang penting bagi orang Kristen. Momen untuk mengakui dosa-dosa kita dan momen untuk tunduk melakukan firman-Nya. Oleh karena itu, saat mengikuti perjamuan Kudus kita juga harus mengambil sikap yang baik dan melakukannya dengan baik, tidak boleh sembarangan.
”Jadi, siapa saja dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. Karena itu, hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.” (1 Kor.11:27-28).
Marilah kita menyiapkan hati agar dapat mengikuti sakramen Perjamuan Kudus yang dilaksanakan pada sore dan malam nanti, juga pada ibadah Paska Subuh hari Minggu, dengan baik. Kiranya Roh Kudus menolong dan menyertai kita semua. Amin.
Pokok Doa
1. Ibadah Kamis Putih di gereja-gereja.
2. Kedamaian dan keamanan dunia.
3. Pekabaran Injil di Indonesia.
Sujud Swastoko