PERINTAH ALLAH ATAU ADAT ISTIADAT?
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Sabtu, 7 Februari 2026
Perintah Allah atau Adat Istiadat?
Markus 7:1-8
”...Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari Aku. Percuma mereka beribadha kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkah ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan dan adat istiadat manusia kamu pegang.” (ay.6-8)
Orang Farisi dan ahli Taurat sangat bangga dengan berbagai aturan yang mereka buat dan lakukan dengan dalih memegang tradisi atau adat istiadat nenek moyang. Apa yang mereka pegang dan ajarkan itu memang kelihatannya baik, seperti saat pulang dari pasar mereka tidak akan makan sebelum membasuh diri. Mereka juga mempunyai tradisi untuk mencuci cawan, kendi, dan bejana perunggu, serta tempat pembaringan.
Ajaran yang diterapkan orang Farisi dan ahli Taurat tersebut sesungguhnya baik. Bukankah kalau mencuci tangan sebelum makan bisa mencegah penyakit masuk ke dalam tubuh melalui makanan? Demikian pula bila kita menjaga kebersihan terhadap peralatan yang digunakan juga akan berdampak baik?
Namun menjadi bermasalah pada saat melakukan tradisi atau adat istiadat tersebut dikaitkan dengan agama atau iman. Saat ada orang yang tidak mencuci tangan sebelum makan karena memang orang itu sedang kelaparan dan tergesa-gesa, mereka menyebut tangan orang tersebut najis sehingga dianggap berdosa. Mereka dengan mudah menghakimi orang lain yang tidak melakukan ajaran nenek moyang tanpa melihat alasannya.
Tuhan Yesus menyebut orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang selama ini mengagung-agungkan adat istiadat, menganggap dirinya taat beragama, sebagai orang yang munafik. Mereka memuliakan Tuhan dengan bibirnya, tetapi sesungguhnya hatinya jauh dari Tuhan. Mereka lebih mengedepankan kesalehan lahiriah, yang kelihatannya baik dilihat, namun hati dan perbuatan mereka penuh dengan kejahatan.
Melalui firman Tuhan pagi ini, kita diajarkan untuk tidak terjebak pada apa yang kelihatan atau hal-hal lahiriah saja. Kita harus melihat segala sesuatu dengan kejernihan hati dan dengan hikmat Tuhan. Saat melakukan segala sesuatu hendaknya dilakukan untuk memuliakan nama Tuhan, bukan agar kita dipuji sebagai orang yang baik atau orang saleh.
Sebagai anak Allah, kita harus taat kepada firman Allah, bukan pada adat istiadat nenek moyang yang bertentangan dengan firman Allah. Marilah kita hidup dalam ketaatan untuk melaksanakan firman Tuhan dengan hati yang tulus. Kiranya Roh Kudus menolong kita agar hidup kita benar-benar untuk memuliakan nama Tuhan. Amin.
Pokok Doa
- Doakan Saudara kita yang sedang sakit agar diberikan kekuatan dan kesembuhan.
- Doakan Ibadah Minggu besok berjalan dengan baik dan aman.
Sujud Swastoko