PERCAYA SAJA (PADA TUHAN)

  •  Johanis Melsasail
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Rabu, 7 Mei 2025

Bacaan: Lukas 5:4-6

====================


PERCAYA SAJA (PADA TUHAN)


Lukas 5:4-6 (TB)  Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: "Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan."

Simon menjawab: "Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga." 

Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.


Suatu hari di Afrika, ada seekor gajah Afrika yang sangat besar dan seekor semut kecil yang menumpang di atas kepalanya. Gajah itu pun berjalan dan hendak melintas di sebuah jembatan gantung yang terletak di atas sungai yang deras.


Karena gajah itu sangat besar dan berat, jembatan itu bergoyang hebat saat ia menapakkan kaki di atasnya. Semut yang kecil itu merasa heran. Dia pun berkata, "Bukan main, kita berhasil membuat jembatan ini berayun-ayun dengan kencang!" Tentu saja, hanya gajahlah yang mampu melakukannya. Dia bahkan bisa memutuskan tali jembatan itu jika dia mau. Si semut hanya menumpang di atas kepala gajah. Semut bahkan tidak akan mampu membuat jembatan itu bergerak sedikit pun jika dia seorang diri tanpa si gajah.


Hubungan kita dengan Allah tidak ubahnya hubungan semut dengan gajah Afrika dalam kisah di atas. Kita akan memiliki kekuatan melebihi kemampuan kita sendiri jika kita percaya kepada Allah. Dia menunjukan mujizat dengan kuasa-Nya yang besar. Dialah yang menuntun dan menguatkan kita sehingga kita mampu membangun kehidupan yang baik, membangun gereja kita, membangun keluarga, membangun karir dan usaha kita. Allahlah yang membuat kita berhasil melampaui apa yang kita perkirakan. Dialah yang membuat segala yang mustahil menjadi nyata dalam hidup kita.


Kita sering kali melupakan kebenaran ini sama seperti Petrus. Kita justru sering kali memilih untuk menghadapi segala permasalahan dengan kekuatan kita sendiri. Ketika kita mendapati bahwa diri kita ternyata tidak sebanding dengan masalah yang kita hadapi, kita menjadi tawar hati, semakin risau dan menyerah. Tidak jarang kita berpikir untuk memilih jalan pintas dan berpikir dengan hikmat manusiawi kita yang cenderung membuat kita salah langkah.


Karena itu, kapan pun dan dimanapun kita berada, kita hendaknya ingat bahwa Allah tidak akan meninggalkan kita. Dia selalu ada bagi kita ketika kita berseru untuk memohon pertolonganNya. Dia akan menolong kita ketika kita bersandar kepadaNya. Maka mari katakan.. Sesungguhnya, Allah adalah penolongku, Tuhanlah yang menopang aku. Amin.


Pokok Doa:

==========

1. Penatalayanan GKI Coyudan.

2. Jemaat yang bergumul dalam pekerjaan, kesehatan dan keluarga.

3. Anak-anak sekolah yang sedang ujian akhir.


Bp. Johanis Melsasail, S.Si.Teol

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.