PERCAYA PENYERTAAN TUHAN

  •  Gerald Raynhart Stephen
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Kamis, 5 Maret 2026

Bacaan: Keluaran 16:1-8


Percaya Penyertaan Tuhan


Kecurigaan terkadang membuat kita tidak mudah percaya. Kita butuh bukti nyata yang terlihat agar dapat percaya. Apalagi berbicara soal hidup kita saat ini. Mampukah kita mempercayakannya kepada yang tidak terlihat? Atau kita perlu menguji dan membuktikan segala sesuatu baru kita dapat percaya?


Berbicara tentang penyertaan Tuhan, selalu akan memunculkan pertanyaan; "Seperti apa penyertaan Tuhan?", "Dimana penyertaan Tuhan?," dan lainnya. Hal ini sering terjadi karena kita memang tidak dapat melihat penyertaan Tuhan secara langsung. Dan juga tidak dapat melihat Tuhan secara langsung. Sehingga kita akan memunculkan pertanyaan tersebut. Apalagi saat kita merasa sangat membutuhkan penyertaan Tuhan.


Bangsa Israel setelah keluar dari Mesir juga sangat membutuhkan penyertaan Tuhan. Mereka tidak lagi meminta kebebasan, sebab mereka telah keluar dari Mesir. Sekarang yang paling dibutuhkan adalah penyertaan Tuhan. Mereka harus berjalan menghadapi panas dingin padang pasir pada waktu itu. Selain itu mereka juga harus mengalami kelaparan dan keahausan.


Dan di dalam rasa lapar itu mereka mulai bersungut-sungut kepada Musa. Mereka kembali mengingat ketika mereka di Mesir, sekalipun harus bekerja keras mereka masih mendapat daging untuk dimakan. Mereka terbutakan oleh kenangan itu, sehingga mulai mencurigai Musa yang telah membawa mereka keluar dari Mesir. Mereka tidak lagi percaya kepada Musa, dan menuduh Musa hendak membunuh mereka (ay.3).


Mereka lupa ketika mereka berseru meminta Tuhan untuk membebaskan mereka dari Mesir, Tuhan menjawab seruan mereka. Mereka lupa bahwa Tuhan juga yang menuntun mereka melewati banyak hal setelah keluar dari Mesir. Tetapi sungut-sungut mereka ditujukan kepada Musa. Seolah Musa yang bersalah, dan sengaja membunuh mereka.


Menariknya,  Tuhan sendirilah yang segera bertindak setelah bangsa Israel bersungut-sungut. Tuhan berkata akan menurunkan roti dari surga dan memberi makan bangsa Israel. Tetapi disitu juga Tuhan akan menunjukkan otoritasnya melalui aturan-aturan yang harus ditaati. Sehingga hal ini membuat Musa ingin membuka mata bangsa Israel untuk melihat bahwa sungut-sungut mereka bukan kepadanya, melainkan kepada Tuhan.


Terkadang kita sering meragukan penyertaan Tuhan dan menyalahkan orang lain. Entah karena kita tidak menyadarinya atau karena kita takut kuwalat kalau menyalahkan Tuhan. Sebenarnya keluhan kita tidak akan membuat kita terbuang jauh dari Tuhan. Tetapi bagaimana keluhan yang kita miliki tidak mengurangi rasa percaya kita kepada Tuhan. Penghiburannya adalah percaya pada penyertaan Tuhan itu bukan sekadar usaha kita sendiri, tetapi Tuhan yang berinisiatif menunjukkan dan membuktikan kepada kita tanda-tanda penyertaan-Nya. Maka dari itu marilah kita membuka mata hati kita lebar-lebar untuk melihat bagimana Tuhan yang selalu lebih dulu menuntun dan menyertai kita.


Pokok Doa:

1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja-pemuda GKI Coyudan

2. Penghayatan doa puasa menjelang Paskah

3. Rangkaian kegiatan dan kebaktian Paskah

4. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia


Gerald Raynhart Stephen

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.