PERANG ANTAR GENERASI

  •  Reggy Leo
  •  

*RENUNGAN HARIAN*

Selasa, 28 Oktober 2025


*PERANG ANTAR GENERASI*

*_1 Petrus 5:1-11_*

"_Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya._"


Bayangkan sebuah pasukan dalam pertempuran besar. Di barisan depan, para prajurit muda berlari dengan semangat, membawa panji-panji dan berteriak dengan penuh keberanian. Di belakang mereka, para perwira senior memberi arahan, menjaga formasi, dan memastikan strategi tetap terarah. Tapi bayangkan jika prajurit muda menolak mendengar perintah, dan perwira tua terlalu keras kepala untuk memahami perubahan medan perang. Kekacauan pasti terjadi dan bisa dimanfaatkan oleh musuh.


Begitu pula di dalam tubuh Kristus. “Perang antar generasi” di gereja bisa timbul secara terang-terangan maupun diam-diam. Yang muda merasa yang tua tidak relevan, yang tua merasa yang muda kurang hormat. Padahal, keduanya seharusnya berjuang bersama, bukan saling menyerang.


Di dalam suratnya yang pertama, Petrus menasihati para penatua agar menggembalakan kawanan domba Allah dengan sukarela, bukan karena paksaan atau mencari keuntungan, dan menjadi teladan bagi jemaat.


Lalu Petrus memperingati orang muda. Ia berkata, “Demikian juga, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua.” tidak berhenti di situ, Petrus menambahkan, “Hendaklah kamu semua rendah hati seorang terhadap yang lain.” Artinya, kerendahan hati bukan hanya tugas generasi muda, tapi sikap bersama. Perang antar generasi bisa dipakai Iblis untuk memecah gereja dari dalam, karena gereja lebih mudah hancur dari dalam bukan dari luar.


Di masa sekarang “perang antar generasi” bisa muncul dalam berbagai bentuk seperti selera musik ibadah, gaya pelayanan, bahkan cara berpakaian di gereja. Tapi Petrus mengingatkan bahwa kerendahan hati adalah kunci. Yang tua perlu memberi ruang dan bimbingan dengan kasih, bukan kontrol. Yang muda perlu belajar menghormati dan belajar dari pengalaman mereka yang lebih dulu berjalan. Apapun generasi kita, mari kita tunduk kepada satu kepala, yaitu Kristus sendiri.


Pokok Doa:

1. Berdoa untuk orang-orang Kristen yang teraniaya di seluruh dunia

2. Berdoa agar digital ministry dapat menjadi berkat di dalam dan di luar gereja


*Reggy Leo*

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.