PEPERANGAN ROHANI
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Selasa, 14 Oktober 2025
PEPERANGAN ROHANI
Efesus 6:10-20
”Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis.” (ay.11)
Kalau para senior (lansia) bertemu, kira-kira apa yang sering dibicarakan? Tentu salah satunya tentang kesehatan. Cerita keluhan-keluhan tentang penyakit, cara menjaga kesehatan, termasuk saran dokter agar menjaga pola makan.
Ada yang mengatakan, “Waktu konsultasi dokter, disuruh tidak boleh makan goreng-gorengan. Lha padahal itu makanan favorit, sampai sekarang saya belum bisa meninggalkan goreng-gorengan.” Inginnya bisa selalu sehat, tetapi ternyata keinginan mulut dan perut justru bertentangan. Jadilah peperangan dalam dirinya.
Dalam kehidupan saat ini kita sebenarnya juga sedang mengalami peperangan rohani. Peperangan antara roh-roh jahat yang berasal dari Iblis, dan melawan diri kita orang yang percaya kepada Kristus dan telah menerima Roh Kudus sehingga kita tetap hidup sesuai firman Allah, Sang Pencipta.
Iblis menggunakan berbagai cara agar manusia tunduk padanya. Saat Hawa berada di Taman Eden melihat buah pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, Iblis melalui ular berusaha merayu Hawa dengan menggunakan firman Tuhan yang dibolak balik, sehingga Hawa akhirnya tergoda dan jatuh dalam dosa. (Kej.3:1-7).
Yudas juga dipengaruhi Iblis, ketika hatinya tertaut pada uang, maka dia menjual Yesus, Gurunya, seharga 30 keping perak. Walaupun kemudian dia menyesali perbuatannya, dia tidak bertobat dan memilih bunuh diri.
Hari ini kita diingatkan agar tetap kuat di dalam Tuhan, walaupun godaan dunia sangat menarik. Kita sedang berperang. Orang yang percaya kepada Kristus didiami oleh Roh Kudus. Sedangkan roh-roh jahat terus berperang, menyerang kita agar kita meninggalkan Tuhan untuk mengikutinya.
Agar tetap kuat, maka kita harus mengenakan senjata Allah sehingga dapat bertahan dan melawan tipu muslihat Iblis. Kita telah diberikan perlengkapan senjata Allah, itulah yang harus digunakan. Apa saja itu?
Dalam ayat 14-19, senjata tersebut adalah: hidup dalam kebenaran dan keadilan, kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera, iman yang semakin kuat, firman Allah yang melindungi kita dari godaan Iblis dan melawan kejahatan, berdoa setiap waktu untuk semua orang kudus.
Oleh karena itu mari kita terus membuka hati untuk setia mendengar firman Tuhan, semakin menguatkan iman kita, senantiasa berdoa, siap menderita untuk memberitakan Injil, sehingga kita benar-benar siap dalam peperangan rohani saat ini. Kiranya Tuhan menolong dan menyertai kita semua. Amin.
Pokok Doa
1. Keluarga para pendeta dan pengerja selalu diberi kekuatan dan sukacita dalam melayani Tuhan.
2. Setiap keluarga menghadirkan Allah dalam keluarga tersebut.
3. Pemberitaan Injil di Indonesia.
Sujud Swastoko