PEMELIHARAAN TUHAN #1
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN SOLO
Kamis, 17 Juli 2025
PEMELIHARAAN TUHAN
Kejadian 12:10-20
”Firaun menyambut Abram dengan baik karena perempuan itu. Abram mendapat kambing, domba, lembu, keledai jantan, budak laki-laki dan perempuan, keledai betina dan unta. Namun, Tuhan menimpakan tulah yang hebat kepada Firaun dan seisi istananya karena Sarai, istri Abram itu.” (ay.16,17)
Bacaan kita hari ini merupakan perjalanan Abram setelah dia mengenal Allah. Sebelumnya, dia mengikuti ayahnya, Terah, yang meninggalkan Ur-Kasdim menuju Kanaan. Namun, di Haran, ayahnya meninggal, dan Tuhan memerintahkan Abram untuk pergi dari Haran menuju tanah yang dijanjikan. Ia membawa istrinya, Sarai, dan keponakannya, Lot menuju Kanaan.
Akhirnya Abram sampai daerah Kanaan, dan saat dia berada di Tanah Negeb, terjadi peristiwa kelaparan sehingga dia menuju Mesir untuk tinggal sebagai pendatang. Di sinilah, Abram berusaha mencari aman, mengikuti jalan pikirannya sendiri. Saat masuk Mesir, dia meminta Sarai, istrinya, mengaku sebagai adiknya agar dia aman dan tidak dibunuh. Karena kalau dia mempunyai adik yang cantik, orang Mesir akan segan dan hormat kepadanya.
Namun hal yang tidak diduga adalah bahwa kabar kecantikan Sarai sampai ke telinga Firaun sehingga Firaun menyambut Abram dengan baik di istana karena ingin memperistri Sarai. Abram mendapatkan banyak hadiah. Tentu saja, hal itu membuat Abram dalam posisi yang sulit karena Sarai adalah istrinya.
Dalam situasi seperti itulah, Allah turun tangan dengan memberikan tulah yang hebat kepada Firaun dan seisi istananya. Kemudian Firaun tahu dan sadar bahwa Sarai sebenarnya adalah istri Abram. Sehingga akhirnya Abram diminta membawa Sarai pergi beserta dengan segala miliknya.
Dari peristiwa tersebut kita belajar bahwa sebagai umat Tuhan, kadang kita juga masih menuruti pikiran dan keinginan kita sendiri. Tidak jarang pemikiran dan langkah yang kita ambil justru membuat persoalan hidup semakin bertambah. Namun, Allah itu penuh kasih, sehingga Dia akan tetap menolong umat-Nya yang telah salah mengambil keputusan. Kuncinya adalah umat tersebut tetap taat dan percaya kepada Allah.
Oleh karena itu, dalam setiap aktivitas hidup kita di dunia ini, kita jangan hanya mengandalkan pikiran kita sendiri, tetapi harus melibatkan Tuhan. Kita harus memiliki hubungan yang semakin intim dengan Tuhan, melalui doa dan kesetiaan untuk mendengar dan melakukan firman-Nya. Allah tidak akan pernah meninggalkan kita pada saat kita menghadapi persoalan. Pemeliharan itu itu nyata dalam kehidupan orang beriman. Kiranya Tuhan menolong dan memberkati kita semua. Amin.
Pokok Doa
1. Stabilitas ekonomi dan politik di Indonesia.
2. Pelayanan misi.
3. Pelaksanaan Bulan Anak.
Sujud Swastoko