PEMBERITAHUAN TENTANG PENDERITAAN
MARKUS 10:32-34
Bacaan kita menceritakan bagaimana para murid menjadi cemas dan orang-orang yang selama ini mengikuti Yesus juga menjadi takut ! Mereka cemas dan takut karena pada perikop sebelumnya kita menemukan bagaimana Tuhan Yesus mengajarkan bahwa lebih mudah bagi seekor unta untuk melewati lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah ! (Markus 10:23-26). Sedangkan secara naluri sebagai manusia, tentu orang hidup dan bekerja dengan harapan untuk menjadi kaya dan sukses !
Namun dalam perikop kita hari ini Tuhan Yesus juga ingin mengajarkan kepada para murid bahwa ”jalan keselamatan itu” sulit dan berat, namun ”jalan” itu juga harus Yesus lalui demi mengerjakan keselamatan bagi umat-Nya. Keselamatan yang tidak mungkin dikerjakan oleh manusia – karena terus terikat oleh hal-hal duniawi – dikerjakan oleh Yesus yang dengan rela menanggalkan semua keinginan dan harapan Diri-Nya sebagai manusia dan memilih untuk taat pada kehendak Bapa-Nya secara penuh.
Kenapa ”jalan keselamatan” itu tidak mungkin dilalui oleh manusia biasa, tetapi bagi Allah hal itu menjadi mungkin di dalam Diri Yesus Kristus. Sebab ”jalan” itu adalah jalan melalui penolakan, penghinaan, aniaya dan kematian yang sedemikian mengerikan, yaitu salib. Hanya Yesus yang mau dan sanggup menanggung semuanya itu karena DIA-lah Tuhan dan Juruselamat yang telah dipersiapkan dari sejak permulaan manusia jatuh dalam dosa.
Bagi kita, Yesus Kristus adalah ”jalan keselamatan” yang sejati. Karena kita tidak mungkin melalui jalan yang Yesus lalui untuk mengerjakan keselamatan kita, tetapi beriman kepada Yesuslah yang menjadi ”jalan keselamatan” kita. Hanya melalui Yesus Kristus sebagai ”jalan” hidup kitalah maka keselamatan kita sudah terjamin.
Karena itu, seberat dan sesulit apapun jalan yang kita harus lalui, tetaplah berpegang pada Yesus Kristus sebagai ”jalan” hidup kita. Jalan yang ada pada Yesus antara lain : ketulusan, kejujuran, ketekunan, kesetiaan, kerelaan berkurban dan kasih. Jadikanlah Tuhan Yesus sebagai jalan, kebenaran dan hidup kita dalam mengatasi setiap pergumulan dan tantangan yang ada, maka pertolongan-Nya hadir tepat pada waktu Tuhan. Amin.
Pokok Doa :
1. Berdoa untuk persiapan Masa Paska : Kebaktian Kamis Putih, Jum’at Agung, Sabtu Sunyi, Minggu Paska dan Perayaan Paska (persiapan panitia, pengkhotbah, pelayan ibadah, Penatua, Multimedia, Lektor, Cantoria, dll.).
2. Berdoa untuk pertumbuhan iman anggota jemaat dan simpatisan dalam penghayatan Masa Paska 2023.