MERENDAHKAN DIRI UNTUK BERTOBAT
Renungan Harian GKI Coyudan
Sabtu, 21 Februari 2026
Bacaan: Matius 18:1-5
Merendahkan Diri untuk Bertobat
Biasanya orang menjadi rendah diri karena ejekan orang lain. Atau seorang bisa merasa rendah diri ketika membandingkan dirinya dengan orang lain. Tetapi adakah orang yang dengan sengaja memilih untuk merendahkan dirinya? Apakah kita rela merendahkan diri hanya untuk sebuah pertobatan?
Gengsi atau ego yang tinggi sangat menguasai hati kita. Jika tidak dikendalikan maka kita akan menjadi manusia yang selalu merasa paling benar. Maka dari itu jelas tidak ada seorangpun yang rela diremehkan atau bahkan direndahkan. Apalagi seorang dewasa yang di cemooh dengan kata "bocah" atau "anak kecil" itu sangat melukai egonya.
Dalam perikop bacaan kita, Yesus sedang menjelaskan dan menjawab sebuah pertanyaan dari murid-murid-Nya tentang siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Yesus memanggil seorang anak kecil lalu kemudian menjelaskan bahwa jika seorang tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil tersebut, mereka tidak akan masuk ke dalam sorga. Pertobatan itu penting agar kita dapat masuk ke dalam sorga, tetapi yang diminta Yesus adalah pertobatan yang membuat kita menjadi seperti anak kecil. Hal ini sangat bertentangan dengan pemikiran di zaman itu, sebab anak kecil dan wanita adalah kaum yang tidak dianggap atau diremehkan.
Lebih lagi Yesus menekankan jika seorang mau merendahkan diri untuk menjadi seperti anak kecil tersebut, merekalah yang terbesar di Kerajaan Sorga. Sekali lagi ini adalah hal yang rumit, ketika harus menjadi anak kecil, yang pada waktu itu juga bukanlah kaum yang dianggap. Yesus ingin setiap orang yang bertobat sungguh-sungguh dengan aktif merendahkan dirinya. Karena pertobatan sejati itu mengaku seluruh keberadaan diri sebagai manusia berdosa di hadapan Tuhan. Seorang yang bertobat harus tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi di hadapan Tuhan, sebab sejatinya manusia hanyalah debu di hadapan-Nya.
Maka kerendahan diri yang aktif di hadapan Tuhan adalah kewajiban bagi orang-orang yang sungguh ingin bertobat; Bukan orang hebat, bukan orang yang rajin melayani, bukan orang pintar, bukan orang kaya, bukan orang yang merasa benar dan layak yang akan mendapat pengampunan-Nya. Tetapi Ia telah mengampuni kita ketika kita masih berdosa. Ia mengampuni dosa kita, Ia mengampuni kita yang rendah diri dan mengaku dosa dihadapan-Nya. Jangan merasa tinggi dihadapan Tuhan, tidak seorangpun yang layak. Semua hanya karena anugerah-Nya. Mari belajar merendahkan diri di hadapan Tuhan dalam pertobatan kita.
Pokok Doa:
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Penghayatan doa dan puasa selama pra Paskah
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
Gerald Raynhart Stephen