MERAWAT INGATAN

  •  Admin
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Jumat, 27 Juni 2025

Bacaan: Mazmur 103:2


Merawat Ingatan

"Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan jangan lupakan segala kebaikan-Nya!” - Maz. 103:2


Kita hidup di zaman yang serba cepat. Informasi datang dan pergi, begitu pula dengan pengalaman dan peristiwa yang terjadi di sekitar kita. Karena begitu cepatnya segalanya berlalu, kita pun sering melupakan hal-hal penting yang pernah terjadi dalam hidup kita, termasuk pengalaman iman dan pertolongan Tuhan.


Itulah sebabnya pemazmur berseru kepada dirinya sendiri: “Hai jiwaku, jangan lupakan.” Ia tidak berbicara kepada ingatannya, tetapi kepada jiwanya. Mengapa? Karena mengingat dalam Alkitab bukan sekadar urusan otak, tapi urusan hati. Jiwa menunjuk pada kesadaran terdalam manusia, tempat di mana kita merenungkan, memaknai, dan mengikatkan diri pada kasih Tuhan. Maka, mengingat berarti menjaga kesadaran akan karya Tuhan tetap hidup dalam diri kita.


Mengingat bukanlah tindakan pasif. Dalam iman Kristen, mengingat adalah tindakan aktif. Kita mengingat bukan hanya dengan pikiran, tetapi juga dengan tubuh dan perbuatan. Dua minggu lagi kita akan merayakan Perjamuan Kudus. Ini bukan sekadar rutinitas gerejawi, tetapi undangan langsung dari Yesus: “Perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku” (Lukas 22:19).


Dengan merayakan Perjamuan Kudus, kita tidak hanya memutar ulang memori, tetapi juga masuk kembali ke dalam pengalaman kasih yang hidup. Kita hadir dalam cinta-Nya yang tak pernah usang. Kita disentuh lagi oleh pengorbanan-Nya, dan kita diperbarui oleh kehadiran-Nya.


Lalu bagaimana kita bisa merawat ingatan itu dalam kehidupan sehari-hari?

Dengan mengucap syukur.

Dengan menuliskan pengalaman iman kita.

Dengan membagikan kisah kasih Tuhan kepada sesama.

Dengan menyanyikan lagu-lagu pujian akan Tuhan.

Serta mendoakan mereka yang sering kali dilupakan oleh dunia.


Sebab, ingatan akan kasih Tuhan bukan untuk disimpan sendiri. Ingatan itu harus dihidupi dan dibagikan.


Pokok-pokok Doa


1. Berdoa bagi mereka yang tertindas dan dilupakan.

2. Berdoa untuk perdamaian dunia

3. Berdoa bagi kehidupan dan pelayanan jemaat GKI Coyudan.


Florencia Paramitha H.H.S.

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.