MENJADIKAN KRISTUS SEBAGAI RAJA

  •  Lydia Kwa She Ing
  •  

Renungan Warta Jemaat GKI Coyudan 

Minggu 24 NOV 2024 

“MENJADIKAN KRISTUS SEBAGAI RAJA”

Mazmur 93 

        
Alkisah ada seorang raja yang mengadakan perjamuan besar dan dia mengundang banyak orang penting dan terhormat untuk memeriahkan pestanya. Kebanyakan orang yang datang berkereta kuda yang sangat baik dan mewah. Malangnya, pada hari itu hujan yang sangat deras turun mengguyur sampai dijalan menuju pintu masuk utama terdapat genangan air dan tanah berlumpur. Ketika seorang tamu terhormat datang dan turun dari keretanya, kakinya terpeleset sehingga jatuh tertelungkup, persis di dalam kubangan air berlumpur tersebut sehingga wajah, jubah indah dan sepatunya basah dan kotor. Semua orang yang melihatnya tertawa karena kejadian tersebut dan tamu ini merasa malu dan tidak pantas untuk ikut dalam pesta perjamuan itu sehingga memutuskan untuk pulang. Pelayan yang melihat peristiwa ini segera lari memberitahukan kepada raja, dan raja segera keluar menemui tamu ini serta membujuk dia agar jangan pulang. Tapi tamu itu tetap tidak mau masuk meskipun raja berulangkali membujuknya. Dalam keadaan seperti ini, tiba-tiba raja itu melakukan satu tindakan yang luar biasa, dia menjatuhkan diri ke dalam kubangan air berlumpur itu, sehingga dia menjadi kotor seperti tamu yang jatuh tersebut. Lalu raja itu berkata kepada tamunya: “Sekarang, apakah kamu masih merasa tidak layak kalau berjalan bersama aku dan masuk ke rumahku?”

         Cerita di atas seakan menggambarkan kehidupan manusia yang diciptakan segambar dengan Allah dan menjadi makhluk yang tertinggi tetapi karena jatuh dalam dosa maka manusia kehilangan kemuliaan Allah sehingga tidak layak dihadapanNya dan mendapat hukuman kekal. Allah dalam kemurahanNya mengutus Tuhan Yesus untuk datang kedunia  menjadi sama dengan manusia untuk menebus dosa kita, mendamaikan kita dengan Allah dan melayakkan kita menjadi anak-anakNya.

         Di Minggu Kristus Raja hari ini kita diingatkan melalui Pemazmur bahwa Tuhan adalah Raja yang kekal. KekuasaanNya ada dahulu sekarang dan sampai selamanya.  Dia memerintah atas seluruh ciptaan dan gerejaNya, dan berkuasa atas segala sesuatu di surga dan di bumi. Dia juga adalah Raja yang merancang hidup manusia dengan sempurna dan selalu mendatangkan kebaikan. Sebagai pengikut Kristus apakah kita sudah menempatkan Tuhan Yesus sebagai Raja yang berkuasa di dalam hidup kita. Sudahkah hidup kita penuh hormat pada-Nya sebab hanya Dia yang menjadi junjungan hidup kita. Dialah yang mengatur dan menetapkan langkah hidup kita. Yesus, Sang Raja yang merancang hidup kita dengan sempurna, dan selalu mendatangkan kebaikan. Karena itu sudah selayaknya dan sepantasnya setiap mahluk bertekuk-lutut di bawah pemerintahan Kristus, sebab Ia adalah Raja dan Tuhan bagi semesta alam.


        

Pnt. Lydia Kwa She Ing

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.