MENJADI MANUSIA YANG MENGABDI PADA ALLAH
RENUNGAN HARIAN
GKI COYUDAN
KAMIS 15 MEI 2025
MENJADI MANUSIA YANG MENGABDI PADA ALLAH
1 Timotius 6:11-12 (TB) Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelembutan.
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.
Hidup adalah anugerah yang sejatinya kita abdikan bagi Allah, Sang Empunya SegalaNya. Kedukaan yang keluarga besar GKI Coyudan alami karena kehilangan sosok seorang gembala kita yang terkasih Alm Pdt Em. Anthon Karundeng, menjadi sebuah pelajaran yang begitu berharga tentang kesetiaan mengabdi kepada Allah hingga akhir hayat. Seperti yang dikatakan Rasul Paulus kepada anak rohaninya, Timotius, yang menjadi seorang pemimpin jemaat. Ia menasihatkan sebuah gaya hidup manusia yang mengabdi kepada Allah, salah satunya adalah kesetiaan. Seringkali kesetiaan akan menjadi
teruji ketika hidup menjadi begitu sulit. Kesetiaan melayani dan mengabdi kepada Allah harus ditunjukkan kepada Allah yang menjadi satu-satunya junjungan kesetiaan kita para pelayan. Pelayanan bagi Tuhan tak selalu berbicara tentang menjadi seorang pendeta atau pelayan gereja. Pengabdian kepada Allah adalah seluruh kehidupan kita di segala aspek yang kota persembahkan demi kemuliaan Allah. Entah itu dalam pekerjaan, hidup berkeluarga maupun relasi-relasi kita. Kesetiaan untuk terus hingga akhir melayani Tuhan, apapun yang dihadapi, adalah salah satu ciri manusia yang mencintai Allah. Maka biarlah dalam hidup yang kita abdikan kepada Allah, kiranya kesetiaan sungguh menjadi salah satu karakter kita semua salam segala aspek kehidupan. Kita setia kepadaNya karena IA sendirilah yang terlebih dahulu setia kepada kita.
Doa pagi :
"Ya Bapa, karuniakanlah kesetiaan hidup mengabdi kepadaMu hingga akhir hayat hidup kami. Amin"
Pdt Keshia H.S