MENIMBUN PERCAYA PADA TUHAN
RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN
Jumat, 6 Maret 2026
MENIMBUN PERCAYA PADA TUHAN
Keluaran 16:19-20
Musa berkata kepada mereka, "Seorang pun tidak boleh menyisakannya sampai pagi." Tetapi ada yang tidak mau mendengarkan Musa dan menyisakannya sampai pagi, sehingga berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka.
Beberapa hari ini berita tentang konflik yang kompleks antara Amerika Serikat dan Iran membuat banyak orang gelisah. Dampaknya bahkan terasa sampai di dalam negeri. Di Aceh misalnya, muncul fenomena panic buying BBM setelah ada pernyataan tentang keterbatasan stok. Namun sebelum kita cepat menilai atau menghakimi, ada baiknya kita ingat bahwa masyarakat Aceh juga baru saja mengalami bencana dan krisis yang tidak mudah dilupakan. Mari kita berfokus pada pola bahwa ketika mendengar kata “terbatas”, manusia mudah merasa takut: "bagaimana kalau besok tidak ada?" Maka orang cenderung menimbun lebih banyak dari yang dibutuhkan.
Menariknya, pergumulan yang sejajar dengan ini sudah muncul dalam Alkitab. Dalam Keluaran 16, Tuhan memberi manna kepada bangsa Israel di padang gurun dan memerintahkan mereka mengambil secukupnya untuk satu hari. Namun sebagian orang tetap mencoba menimbun karena takut kekurangan. Akibatnya manna itu berulat dan busuk. Melalui pengalaman itu Tuhan sedang mengajar umat-Nya dua hal: percaya pada pemeliharaan-Nya setiap hari, dan hidup dengan rasa cukup supaya tidak ada orang lain yang kekurangan.
Situasi dunia yang tidak pasti sering menggoda kita untuk hidup dari rasa takut. Namun firman Tuhan mengundang kita untuk hidup dengan iman yang diperbarui setiap hari: bekerja dan merencanakan dengan hikmat, tetapi tidak dikuasai kepanikan. Daripada menimbun ketakutan, mari kita timbun kepercayaan kepada Tuhan setiap hari.
Doa:
"Tuhan yang memelihara hidup kami, di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, ajar kami untuk tidak dikuasai oleh ketakutan. Beri kami hati yang percaya pada pemeliharaan-Mu setiap hari, hidup dengan rasa cukup, dan tetap peduli kepada sesama. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
Yohana Jessica