MENIKMATI BERKAT

  •  Maria Sampyuh
  •  

RENUNGAN HARIAN GKI COYUDAN

JUM'AT, 8 AGUSTUS 2025


MENIKMATI BERKAT

PENGKHOTBAH 6:1-6


Siapa manusia yang tidak ingin menjadi kaya? Siapa manusia yang tidak ingin berumur panjang? 

Setiap orang ingin kaya, bahkan yang sudah kayapun ingin menjadi makin kaya. Untuk mewujudkan keinginannya, maka manusia bekerja keras membanting tulang, tidak jarang sampai mengorbankan waktu istirahat, mengorbankan waktu untuk bersama keluarga, yang penting kerja dan kerja supaya semakin bertambah- tambah hartanya. 

Menjadi kaya dan bertambah kaya tidaklah keliru, tidak berdosa juga. 

Namun ada hal yang kerapkali dilupakan oleh banyak orang. Banyak orang hanya meminta supaya bertambah harta benda dan kekayaannya, berusaha supaya semakin bertambah banyak harta kekayaannya, namun lupa meminta karunia untuk menikmati berkat, menikmati harta benda dan kekayaan yang didapatkannya. 


Pengkhotbah 6:1-2 menuliskan: Ada kemalangan yang telah kulihat dibawah matahari, yang sangat menekan manusia: Orang yang dikaruniai Allah kekayaan, harta benda, dan kemuliaan, sehingga ia tak kekurangan apapun yang diingininya, tetapi orang itu tidak diberi kemampuan oleh Allah untuk menikmatinya, melainkan orang lain yang menikmatinya! Inilah kesia-siaan dan penderitaan yang pahit. 

Orang yang memiliki banyak harta benda dan kekayaan, namun tidak diberi kemampuan untuk menikmatinya, disebut pengkhotbah sebagai kemalangan, kesia-siaan dan penderitaan yang pahit. Berusaha dan meminta untuk semakin banyak diberi kekayaan memanglah tidak salah, namun jangan lupa untuk juga meminta kemampuan menikmati berkat Tuhan, tahu apa tujuan Allah ketika mempercayakan harta dan kekayaan yang banyak. Bukan hanya ditumpuk untuk semakin banyak, namun untuk dinikmati bersama keluarga, dinikmati bersama dengan orang-orang yang memerlukan, dipakai untuk menyatakan kasih Allah kepada sesama. 

Demikian juga dengan keturunan yang banyak dan umur yang panjang, namun jika tidak bisa menikmati kesenangan, semua adalah kesia-siaan ( ayat 3-6).


Kebahagiaan manusia bukan hanya ketika ia mempunyai banyak harta benda dan kekayaan, atau juga dengan banyaknya keturunan dan umur yang panjang, tetapi juga ketika manusia diberi karunia dan kemampuan untuk menikmati apa yang didapatkannya dan dimilikinya. Manusia juga memahami tujuan dari pemberian berkat itu bukan hanya untuk ditimbun tetapi dinikmati bersama keluarga dan sesama. Bahwa dengan berkat yang dianugerahkan, maka seseorang dipakai oleh Allah untuk menjadi kepanjangan tanganNya, menjadi saluran berkat bagi sesama. Dengan demikian maka hidup dan semua yang Allah berikan tidak menjadi kesia-siaan. 


Tuhan Yesus memberkati ????????


Pokok Doa: 

1.Persiapan HUT Kemerdekaan RI

2.Persiapan HUT GKI Coyudan


Maria S

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.