MENGUJI DIRI SENDIRI

  •  Cornelius Kristiawan
  •  

Renungan Harian GKI Coyudan

Kamis, 26 Juni 2025

Bacaan: 2 Korintus 13:5-10


Menguji Diri Sendiri

Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji. 2 Korintus 13:5


Teks ini adalah teks yang cukup keras di mana Paulus sedang menegur jemaat di Korintus. Dalam teks ini, Paulus mengajak jemaat di Korintus untuk menguji dan menyelidiki diri mereka sendiri. Mengapa para jemaat di Korintus diminta untuk menyelidiki diri mereka sendiri?


Kita tentu tidak asing dengan pepatah “gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat jelas“. Pepatah ini menunjukkan sebuah kondisi yang ironis di mana seseorang dapat dengan mudah melihat kekurangan dan kesalahan orang lain, tetapi orang tersebut gagal melihat kekurangan yang ia sendiri miliki.


Hal inilah yang terjadi di tengah jemaat di Korintus. Mereka lebih mudah menghakimi dan menilai orang lain. Mereka mudah sekali mencari kelemahan dan kekurangan yang dimiliki orang lain. Mereka suka menguji orang lain. Namun masalahnya, mereka lupa menguji diri sendiri. Penilaian yang tajam terhadap orang lain ternyata menjadi tumpul ketika dikenakan kepada diri mereka sendiri. 


Oleh karena itu, Paulus menegur mereka dan meminta mereka untuk terlebih dahulu memeriksa dan menguji diri mereka sendiri. Apa yang harus diuji? Yang harus diuji adalah: Apakah Kristus benar ada di dalam diri mereka? 


Di zaman ini, kita juga menghadapi masalah yang serupa. Manusia lebih mudah melihat kekurangan orang lain daripada diri mereka sendiri. Dalam dunia nyata maupun maya, manusia dengan mudah berkomentar dan menilai orang lain. Waktu yang diluangkan untuk menilai orang lain lebih besar daripada waktu yang dipakai untuk menilai diri sendiri.


Melalui renungan hari ini, kita kembali diingatkan untuk memeriksa diri sendiri. Sebelum kita menoleh ke kanan dan ke kiri dan memandang sesama kita, mari kita memeriksa diri kita. Apakah hati, pikiran, perkataan, dan tindakan kita sudah menyatakan Kristus yang ada di dalam kita? Mari kita tunjukkan kepada dunia akan Kristus yang hidup di dalam diri kita.


Pokok Doa:

1. Berdoa untuk kedamaian bagi Israel dan Iran

2. Berdoa untuk pemerintah dan negara

3. Berdoa untuk pergumulan jemaat yang sedang dalam kondisi sakit atau bergumul


Cornelius Kristiawan

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.