MENGHIDUPI ANUGERAH DI DALAM KRISTUS

  •  Edhi Setiawan
  •  

Renungan Warta  GKI Coyudan

Minggu, 4 Januari 2026


MENGHIDUPI ANUGERAH DI DALAM KRISTUS
EFESUS 1: 3-14


Terpujilah Allah atas besar anugerah-Nya dalam hidup kita, karena Dia telah menganugerahkan berkat rohani yang dari surga. Rasul Paulus menegaskan Allah sendiri yang memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Karena itu kita yang berdosa ini melalui pengorbanan Kristus telah ditebus dan menerima pengampunan dosa menurut kasih Karunia-Nya, telah disucikan dan dimateraikan oleh Roh Kudus. 


Terpujilah Allah karena anugerah-Nya walaupun sesungguhnya kita tidak layak menerimanya. Namun seringkali kita berhenti pada tahap menikmati anugerah itu untuk diri sendiri. Kita merasa cukup dengan menyandang status sebagai orang yang diampuni dan diberkati, bukan seperti dunia orang yang tidak percaya. Padahal lebih dari itu jika diperhatikan anugerah itu diberikan supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya (ayat 4) dan menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya (ayat 12).


Menghidupi anugerah berarti menyadari bahwa ketika kita telah dikuduskan, kita dipersiapkan untuk menjadi layak di hadapan-Nya. Menghidupi anugerah juga mendorong kita memaknai setiap karunia dan talenta yang ada pada kita sesungguhnya diberikan Allah untuk sebuah tujuan mulia. Menghidupi anugerah menjadi alasan mengapa kita taat memikul tanggung jawab iman untuk bersaksi dan melayani, terlibat dalam pekerjaan Tuhan sesuai panggilan masing-masing. 


Kita melayani bukan agar dikasihi Tuhan, tetapi karena kita sudah sangat dikasihi. Pelayanan adalah ekspresi syukur kita yang nyata. Tanggung jawab pelayanan tidak boleh dipandang sebagai beban melainkan sebagai kehormatan, di dalam kelemahan dan kekurangan, kita dipanggil untuk mengambil bagian dalam karya kasih Kristus di dunia ini, untuk menjadi saluran berkat agar dunia melihat kemuliaan Tuhan.


Terkhusus bagi saudara-saudara seiman yang hari ini diteguhkan sebagai Penatua maupun pengurus Badan Pelayanan Jemaat, selamat melayani di ladang Tuhan. Kiranya selalu taat dan setia mencari kehendak Tuhan bagi jemaat-Nya. Kiranya pelayanan ini dipersembahkan bagi hormat dan kemuliaan nama Tuhan!


 (Bp. Edhi Setiawan)

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda.