MENGHIDUPI ANUGERAH
Renungan Harian GKI Coyudan
Rabu, 5 November 2025
Bacaan: Lukas 19:11-27
*Menghidupi Anugerah*
Di dalam dunia yang semakin rusak, manusia tentu sangat membutuhkan kasih. Maka hanya ada satu pribadi yang dapat memberikan kasih itu, yaitu Tuhan. Manusia tidak bisa bergantung pada manusia yang lain untuk mendapatkan kasih sejati itu. Sebab manusia tidaklah sempurna dalam mengasihi. Tetapi sayangnya, karena begitu membutuhkan kasih dari Tuhan, manusia akhirnya jatuh pada ketidaksadaran akan akar permasalahan dari dunia yang semakin rusak; bukan hanya kebutuhan akan kasih, melainkan dosa yang semakin merusak. Anugerah Allah yang ditunjukkan melalui kasih-Nya kepada manusia bukanlah hal yang pantas dimiliki manusia. Manusia harus terlebih dahulu sadar akan dosanya.
Dalam perumpamaan yang kita baca kita dapat melihat bahwa Yesus sedang menjelaskan tentang seperti apa Kerajaan Allah itu. Hal ini juga dilakukan Yesus untuk menunjukkan bahwa Kerajaan Allah itu sangat berbeda dengan ekspektasi dunia (11). Dunia membenci Tuhan yang digambarkan sebagai "sang Raja" dalam perumpamaan itu (14). Mereka lebih mementingkan kehendak pribadi mereka dan membenarkan tindakan-tindakan mereka secara pribadi. Hal itulah yang menjadi akar dari dosa, yaitu manusia yang berusaha menjadi "allah" bagi dirinya sendiri. Lebih lagi dari ketiga hamba, hanya satu yang tidak ingin melipatgandakan uang yang diberikan oleh sang tuan. Hal ini menunjukkan adanya sebuah pemberontakan karena asumsi pribadi yang seolah-olah benar (20-21).
Jika kita melihat konteks dalam bacaan terdekat terutama perikop sebelumnya Yesus nampak sangat bersahabat dan penuh kasih. Ia menerima Zakheus sang kepala pemungut cukai untuk makan bersama, dan kemudian menyatakan keselamatan bagi dia. Tetapi di sisi lain bacaan kita hari ini menunjukkam Allah yang begitu kejam. Ia bahkan memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk membunuh semua orang yang tidak menyukai-Nya (27). Hal ini menunjukkan bahwa Allah bukan hanya sekadar kasih, tetapi juga adalah Allah yang adil dan penuh murka. Dan kita harus mengakui dan setuju akan hal ini.
Mengapa dosa itu begitu penting harus kita sadari? Ketika kita memperhatikan apa yang dilakukan kedua hamba yang lain. Mereka berhasil mengabaikan kata-kata orang lain terhadap tuan mereka. Di sisi lain mereka menyadari bahwa uang yang diberikan itu bukanlah upah mereka, melainkan anugerah dari sang tuan. Maka dengan menyadari anugerah itu, mereka tidak memperlakukan uang itu dengan sembarang. Mereka berhasil melipatgandakannya sesuai dengan kehendak tuannya. Jadi dosa tidak mengusik pikiran mereka, karena mereka sadar akan hal itu. Lebih lagi karena kesadaran akan dosa mereka membuat mereka lebih mampu mensyukuri anugerah yang diberikan oleh sang tuan. Itulah mengapa menyadari keberdosaan itu lebih penting dari pada hanya fokus pada kasih Tuhan saja. Karena pada akhirnya kita harus akui Tuhan datang untuk orang berdosa, bukan orang yang merasa dirinya layak.
Jadi, menghidupi anugerah dalam kondisi dunia yang rusak ini pasti sangat sulit. Begitu banyak godaan yang akan menghalangi. Dunia yang semakin membuka diri pada hal-hal yang tidak sepantasnya. Dunia yang terus meneriakkan kebebasan dan pemberontakan terhadap standar moral Tuhan. Dunia yang sudah tidak lagi menjadikan Firman Tuhan sebagai dasar. Semua itu karena dunia ingin menjadi allah, dan menggeser posisi Allah yang sebenarnya. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga tertarik menjadi sama dengan dunia?
Mari kita renungkan! Dia yang tidak menyayangkan nyawa-Nya, mati untuk setiap kita. Dia berharap kita dapat sungguh-sungguh sadar mengapa Dia melakukan itu. Bukan hanya sekadar karena kasih, melainkan karena dosa. Maka hidupilah anugerah itu dengan penuh kesadaran bahwa kita manusia berdosa. Kita perlu anugerah-Nya setiap waktu. Kita tidak layak, sangat tidak layak, tetapi Dia yang memberikannya. Teruslah setia melakukan kehendaknya sambil bergantung pada anugerah Allah, sampai pada akhirnya Ia akan mengatakan: _"Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik; engkau telah setia..."_
*Pokok Doa:*
1. Pergumulan studi dan pekerjaan remaja pemuda GKI Coyudan
2. Persiapan minggu Adven dan rangkaian natal
3. Pergumulan jemaat yang sakit dan lanjut usia
_Gerald Raynhart Stephen_